Rabu, 06 Juni 2012

GreenTV IPB Inovasi Peradaban Baru

Panasnya matahari siang di atas bumi kampus biru IPB, tidak menyurutkan langkahku menuju sebuah gedung baru. Gedung itu terletak di belakang gedung rektorat IPB. Tepat sekali, itu adalah gedung GreenTV. Hari ini aku dan teman kuliah yang mengambil mata kuliah Ilmu Teknologi dan Komunikasi mengadakan kunjungan lapang, sebagai tugas akhir. GreenTV adalah sebuah lembaga penyedia konten dalam bidang pertanian secara luas, pengelolaan sumber-sumber alam, lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Konten GreenTV IPB telah dapat diakses oleh khalayak luas secara live streaming sejak 23 November 2011 melalui website http://greentv.ipb.ac.id.
“Kehadiran GreenTV IPB diharapkan sebagai jembatan komunikasi antara IPB dengan dunia luas, sehingga hasil penelitian civitas akademika IPB dapat segera terpublikasi dan diakses public,” ujar Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, Rektor IPB. GreenTV mempunyai logo Inovasi Peradaban Baru yang kalau disingkat menjadi IPB juga. GreenTV memiliki visi yaitu menjadi penyedia konten dan lembaga penyiaran rujukan di bidang pertanian, pengelolaan sumber-sumber alam dan lingkungan hidup yang mengangkat martabat kehidupan pertanian dan gaya hidup baru yang berkelanjutan.
Tujuan didirikannya GreenTV adalah mendorong transformasi IPTEKS pada masyarakat di bidang pendidikan, pertanian, pengembangan pedesaan dan lingkungan hidup, memperkuat komunikasi pembangunan antara IPB dengan masyarakat stakeholder lainnya, guna mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat dengan pendayagunaan IPTEKS di sektor pendidikan, pertanian, dan lingkungan hidup.
Program yang disajikan berupa :
Green Highlight, menyiarkan berita berskala nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor. Bincang Bintang, talkshow menghadirkan orang-orang yang berprestasi dalam bidangnya. Membahas kiat-kiat dan kunci kesuksesan. Green Fact, memaparkan hasil-hasil riset IPB dan fakta-fakta mengenai berbagai aktivitas dan produk pertanian dalam arti luas. Jelajah Informasi dan Tips, memberikan informasi dan tips mengenai hal-hal unik dan penting untuk diketahui masyarakat.
Kehadiran GreenTV IPB semoga bisa menjalin komunikasi lebih efektif antar dan intra civitas akademika. Institut Pertanian Bogor (IPB) memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan dan keilmuan di tanah air, khususnya dalam bidang pertanian secara luas, lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Wujud nyata dari kontribusi penting itu adalah terlaksananya Tridharma Perguruan Tinggi oleh civitas akademika IPB. IPB telah menghasilkan ribuan hasil penelitian, ratusan paten dan berbagai inovasi lainnya yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan masyarakat. Dalam bidang pengabdian pada masyarakat, IPB telah melaksanakan beragam program yang telah berhasil secara langsung memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh hasil karya tersebut merupakan potensi yang tidak ternilai harganya, yang tentu akan sangat bermanfaat bagi seluruh stakeholder manakala mampu didiseminasikan dengan baik kepada masyarakat luas.

Senin, 04 Juni 2012

Duka di Atas Duka

Kumandang adzan magrib belum selesai. Telepon seluler saya bergetar, pertanda sebuah sms masuk. Ketika saya baca, berita duka yang isinya tentang meninggalnya seorang nenek dari siswa sekolah yang saya kelola. Segera saya mengirim sms ke keluarga yang ditinggal agar yang meninggal diterima semua amal baiknya dan yang ditinggalkan mendapat kesabaran. Esok harinya saya tidak bisa datang takziyyah karena kedua anak saya sakit. Baru hari kedua saya berjumpa dengan keluarga yang berduka. Berikut dialog saya dengan Mbak Desi, bude dari siswa saya.
Mbak Desi : “Maafin kesalahan Mbah ya Bunda.”(matanya mulai mengembang air mata)
Saya : “Ia Bude, bila ada kesalahan Mbah telah saya maafkan.”
Mbak Desi : “Saya sedih bukan karena Mbah meninggal, karena Desi sadar Allah lebih menyayangi Mbah. Hanya….(perkataannya terhenti karena mulai menangis). Sepertinya orang-orang sekitar rumah malah berbahagia saat ada salah satu anggota keluarga lain yang meninggal.
Saya : “Memangnya kenapa Bude?
Mbak Desi : “Orang yang mandikan, menyalatkan, ikut mengantar ke pemakaman, tetangga semuanya meminta uang dan sedekahan. Saya yang sedang sedih dan berduka harus sibuk mencari uang pinjaman untuk membayar orang yang mandikan, ke pemakaman dan menyiapkan makanan sedekahan untuk keluarga. Malah kami tidak bisa menyelenggarakan tahlilan karena tidak ada uang lagi untuk memberi makanan untuk tetangga yang datang mengaji, hanya keluarga saja yang mengaji.”
Saya sampai tidak bisa bernafas mendengar keterangan Mbak Desi mengenai duka yang bertambah dengan kondisi tetangganya yang mengambil untung dari meninggalnya mbah.
Sebagai seorang muslim, saat ada saudaranya yang mengalami musibah berupa kematian, maka saudaranya berkewajiban untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kejadian yang dialami oleh Mbak Desi banyak ditemukan di masyarakat kita. Keluarga yang ditinggalkan selalu bertambah kesedihannya saat ada kewajiban yang tidak tertulis di lingkungannya berupa menyediakan makanan berupa sedekahan untuk tetangga yang ikut memandikan, menshalatkan dan mengikuti ke pemakaman. Hal ini sangat memberatkan. Seharusnya tetangga sekitarnya bahu membahu membantu berupa makanan, minuman dan keperluan yang dibutuhkan.
Semoga keluarga yang ditinggalkan tidak merasakan kesedihan yang mendalam dengan harus memberikan uang dan sedekahan yang tidak seharusnya dikeluarkan oleh keluarga yang berduka.

Kapok Ah Berlangganan Indovision

Salah satu alasan saya memilih televisi berlangganan adalah agar anak-anak menonton siaran televisi yang tayangannya jauh dari iklan dan sinetron lokal yang sangat kurang mendidik, baik dari bahasa maupun adegannya. Tidak mudah bagi saya dan suami memutuskan televisi berlangganan mana yang sesuai dengan yang kami cari. Akhirnya kami memutuskan untuk memilih Indovision.
Hanya dengan pendaftaran seratus ribu rupiah, terpasanglah antena dan decoder Indovision dirumah kami. Sebulan pertama kami bisa menikmati semua tayangan Indovision, walaupun saluran usia dewasa kami blokir. Sebulan pertama kami menikmati fasilitas gratis siaran di semua saluran. Kami cukup puas karena banyak tayangan pendidikan dan anak-anak yang bagus. Walaupun sudah ada televisi berlangganan, kami tetap membatasi waktu anak menonton televisi sehari hanya dua jam. Saat orang tua tidak ada di rumah, anak-anak bisa menikmati tayangan anak dan pendidikan.
Kekecewaan kami muncul saat membayar tagihan bulanan, ternyata sangat sulit memakai sms banking, internet banking maupun membayar di kantor pos. kesulitan yang saya alami adalah tidak sesuainya antara tagihan dengan yang seharusnya kami bayar. Jadi sangat terpaksa harus membayar cash ke kantor pelayanan Indovision. Hal ini sangat merugikan saya sebagai pelanggan karena harus meluangkan waktu. Jarak tempuh yang harus saya capai sekitar satu jam perjalanan, belum meninggalkan anak dirumah, ongkos angkutan yang tidak sedikit. Di era teknologi yang sudah canggih, seharusnya Indovision memiliki jaringan online yang memudahkan pelanggan dalam hal pembayaran sehingga pelanggan merasa puas.
Kekesalan saya juga saat datang ke kantor pelayanan untuk membayar tagihan. Pihak Indovision tidak mengantisipasi kedatangan pelanggan dengan memberikan nomor antrian. Jadi siapa yang tahan malu bisa menyerobot duluan membayar ke kasir. Ada kalanya perang mulut terjadi di antara pelanggan. Satu hal lagi yang membuat saya kapok berlangganan Indovision, saat jatuh tempo sudah muncul dilayar, beberapa hari kemudian saya membayar tetapi saluran sudah banyak yang diblokir dan siangnya langsung berubah siaran semua menjadi TVRI.
Kalau selama delapan bulan pelayanan Indovision terus seperti ini, saya tidak mau meneruskan lagi berlangganan Indovision. Kapok ah……