Senin, 04 Juni 2012

Duka di Atas Duka

Kumandang adzan magrib belum selesai. Telepon seluler saya bergetar, pertanda sebuah sms masuk. Ketika saya baca, berita duka yang isinya tentang meninggalnya seorang nenek dari siswa sekolah yang saya kelola. Segera saya mengirim sms ke keluarga yang ditinggal agar yang meninggal diterima semua amal baiknya dan yang ditinggalkan mendapat kesabaran. Esok harinya saya tidak bisa datang takziyyah karena kedua anak saya sakit. Baru hari kedua saya berjumpa dengan keluarga yang berduka. Berikut dialog saya dengan Mbak Desi, bude dari siswa saya.
Mbak Desi : “Maafin kesalahan Mbah ya Bunda.”(matanya mulai mengembang air mata)
Saya : “Ia Bude, bila ada kesalahan Mbah telah saya maafkan.”
Mbak Desi : “Saya sedih bukan karena Mbah meninggal, karena Desi sadar Allah lebih menyayangi Mbah. Hanya….(perkataannya terhenti karena mulai menangis). Sepertinya orang-orang sekitar rumah malah berbahagia saat ada salah satu anggota keluarga lain yang meninggal.
Saya : “Memangnya kenapa Bude?
Mbak Desi : “Orang yang mandikan, menyalatkan, ikut mengantar ke pemakaman, tetangga semuanya meminta uang dan sedekahan. Saya yang sedang sedih dan berduka harus sibuk mencari uang pinjaman untuk membayar orang yang mandikan, ke pemakaman dan menyiapkan makanan sedekahan untuk keluarga. Malah kami tidak bisa menyelenggarakan tahlilan karena tidak ada uang lagi untuk memberi makanan untuk tetangga yang datang mengaji, hanya keluarga saja yang mengaji.”
Saya sampai tidak bisa bernafas mendengar keterangan Mbak Desi mengenai duka yang bertambah dengan kondisi tetangganya yang mengambil untung dari meninggalnya mbah.
Sebagai seorang muslim, saat ada saudaranya yang mengalami musibah berupa kematian, maka saudaranya berkewajiban untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kejadian yang dialami oleh Mbak Desi banyak ditemukan di masyarakat kita. Keluarga yang ditinggalkan selalu bertambah kesedihannya saat ada kewajiban yang tidak tertulis di lingkungannya berupa menyediakan makanan berupa sedekahan untuk tetangga yang ikut memandikan, menshalatkan dan mengikuti ke pemakaman. Hal ini sangat memberatkan. Seharusnya tetangga sekitarnya bahu membahu membantu berupa makanan, minuman dan keperluan yang dibutuhkan.
Semoga keluarga yang ditinggalkan tidak merasakan kesedihan yang mendalam dengan harus memberikan uang dan sedekahan yang tidak seharusnya dikeluarkan oleh keluarga yang berduka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar