Kumandang adzan magrib belum selesai. Telepon seluler saya bergetar, pertanda sebuah sms masuk. Ketika
saya baca, berita duka yang isinya tentang meninggalnya seorang nenek
dari siswa sekolah yang saya kelola. Segera saya mengirim sms ke
keluarga yang ditinggal agar yang meninggal diterima semua amal baiknya
dan yang ditinggalkan mendapat kesabaran. Esok harinya saya tidak bisa
datang takziyyah karena kedua anak saya sakit. Baru hari kedua saya
berjumpa dengan keluarga yang berduka. Berikut dialog saya dengan Mbak
Desi, bude dari siswa saya.
Mbak Desi : “Maafin kesalahan Mbah ya Bunda.”(matanya mulai mengembang air mata)
Saya : “Ia Bude, bila ada kesalahan Mbah telah saya maafkan.”
Mbak Desi :
“Saya sedih bukan karena Mbah meninggal, karena Desi sadar Allah lebih
menyayangi Mbah. Hanya….(perkataannya terhenti karena mulai menangis).
Sepertinya orang-orang sekitar rumah malah berbahagia saat ada salah
satu anggota keluarga lain yang meninggal.
Saya : “Memangnya kenapa Bude?
Mbak Desi :
“Orang yang mandikan, menyalatkan, ikut mengantar ke pemakaman,
tetangga semuanya meminta uang dan sedekahan. Saya yang sedang sedih dan
berduka harus sibuk mencari uang pinjaman untuk membayar orang yang
mandikan, ke pemakaman dan menyiapkan makanan sedekahan
untuk keluarga. Malah kami tidak bisa menyelenggarakan tahlilan karena
tidak ada uang lagi untuk memberi makanan untuk tetangga yang datang
mengaji, hanya keluarga saja yang mengaji.”
Saya sampai tidak bisa bernafas mendengar keterangan Mbak Desi mengenai duka yang bertambah dengan kondisi tetangganya yang mengambil untung dari meninggalnya mbah.
Sebagai seorang muslim, saat ada saudaranya yang mengalami musibah berupa kematian, maka saudaranya berkewajiban untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kejadian yang dialami oleh Mbak Desi banyak ditemukan di masyarakat kita. Keluarga
yang ditinggalkan selalu bertambah kesedihannya saat ada kewajiban yang
tidak tertulis di lingkungannya berupa menyediakan makanan berupa
sedekahan untuk tetangga yang ikut memandikan, menshalatkan dan
mengikuti ke pemakaman. Hal ini sangat memberatkan. Seharusnya tetangga sekitarnya bahu membahu membantu berupa makanan, minuman dan keperluan yang dibutuhkan.
Semoga
keluarga yang ditinggalkan tidak merasakan kesedihan yang mendalam
dengan harus memberikan uang dan sedekahan yang tidak seharusnya
dikeluarkan oleh keluarga yang berduka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar