Jumat, 21 Oktober 2022

Sepotong Tempe Goreng

 Sepotong Tempe Goreng 


Popie Susanty


Entah mengapa, dengan melihat sepotong tempe goreng, mata ini mengalirkan air dengan derasnya.


Kisah di balik sepotong tempe sepertinya yang menjadikan tangis hadir tanpa diundang.


Anak laki-laki satu-satunya hanya suka tempe goreng yang berbalut tepung, di makan hangat di tambah saus cabe, dijamin akan tambah nasi berkali-kali.


Kini ia harus berjuang dengan makanan yang ada, berjuang makan makanan khas Melayu Minang yang banyak rempah dan sambal. Terbayang butuh berapa lama adaptasi dengan makanan yang tersedia di pondok.


“Babang gak suka sayur cabe Mi”


“Kok bisa ya ada sayur cabe di Medan”


Saya sejenak berpikir, apa itu sayur cabe. Ooooo rupanya tauco yang ada di nasi gurih  atau lontong saat sarapan pagi. Habis itu dengan terkekeh saya jelaskan nama sayur cabe itu adalah tauco.


“Babang maunya makan ikan itu yang gak ada duri. Ayam pun kalau bisa gak ada tulang. Biar makannya khusyuk tanpa diganggu duri dan tulang”


Jadi kalau masak ikan diusahakan yang sangat sedikit duri begitupun kalau ayam diusahakan yang sedikit tulang.


Awal pasti berat dengan adaptasi makanan. Bahkan pernah beberapa hari gak mau makan karena menunya ikan. Akhirnya jebol lah uang jajan. Akhirnya dengan terpaksa harus makan dengan tetesan air mata dulu.


Balada seorang santri yang harus tangguh melawan berbagai rasa, rasa kantuk, rasa rindu, rasa baru makanan, rasa berbagi dan lainnya.


Semoga besok tak ada lagi sepotong tempe yang mengiris kerinduan


$$$$$$$$$$$$$$$$



Pagi Pertama di Hongkong

 Pagi pertama di Hongkong 


Perjalanan Jakarta-Hongkong membutuhkan waktu sekitar 4.45 menit. Perbedaan waktu Indonesia bagian barat dengan Hongkong hanya satu jam. Lebih cepat waktu Hongkong.


Penerbangan Cathay Pasifik dari Soetta terlambat sekitar 45 menit. Cuaca kurang bagus di awal penerbangan, terlihat awan putih yang menggelayut di sekitar pesawat. Tak lebih 1 jam pramugari menghidangkan makanan untuk makan siang. Perjalanan terasa cepat karena badan meminta jatah istirahat sehingga setelah makan bisa pulas sejenak sebelum pilot mengumumkan akan lepas landas. 


Seperti di bandara internasional lainnya, Hongkong Airport begitu besar dan megah. Setelah melewati imigrasi, mengambil bagasi lalu kami menuju bis.


Di kawal oleh tour leader dari Indonesia, mas Jelo dan tour guide lokal Pak William kami menuju Kow Loon, makan malam di Wedding Banquet selanjutnya belanja di Ladies Market. Pasar seperti kaki lima kalau di Bandung atau yogya yang berupa lorong diantara megahnya pusat perbelanjaan. Menjual aneka souvenir lokal dengan harga standar luar negeri hampir sama.


Tepat pukul 21.15 tiba di L Nina Hotel Kowloon berbintang 5 dengan pemandangan yang sangat indah dan kamar yang besar, nyaman dan yang pasti bisa sejenak menghilangkan penat selama perjalanan Indonesia Hongkong.


Sarapan dulu yuukkk


Di lantai 41 dari sekitar 80 lantai hotel ini. Menu standar hotel internasional. 


Cerita hari ini insya Allah selanjutnya yaa 😍😍


#tripmcigratis #bonusmci


Better Life with MCI


Popie susanty

Semua Berasal dari Hati

 Semua berasal dari hati


Hati yang bersih akan mudah menerima kebenaran dan kebaikan.


Hati yang jernih akan mudah menerima nasehat yang baik.


Hati yang lapang akan mudah menerima permintaan maaf dan memaafkan.


Hati yang tulus akan mudah melupakan semua kebaikan yang ia lakukan.


Hati yang kokoh tidak akan mudah terbawa isu yang belum tentu kebenarannya.


Hati yang kuat tidak akan mudah terbawa arus yang menyesatkan.


Hati yang tegar memiliki daya imunitas tinggi terhadap terpaan gelombang badai yang menerpa.


Kami berlindung kepadaMu ya Allah....

Dari hati yang lemah

Dari hati yang lalai

Dari hati yang sakit

Dari hati yang kotor

Dari hati yang keras

Dari hati yang menolak kebenaran

Dari hati yang tidak menerima nasehat

Dari hati yang mudah condong kepada maksiat

Dari hati yang mudah terbawa arus keburukan


Tetapkan hati-hati kami dalam kebaikan ya Allah

Tetapkan hati-hati kami dalam agamaMu

Tetapkan hati-hati kami dalam ketaatan


@popiesusanty

Semua Akan Berlalu


melihat anak anak usia balita, rasanya ingatan menghangat ke masa lalu saat anak anak masa kecil. setiap dua tahun lahir satu amanah. begitu besar tanggung jawab yang Allah berikan walau secara medis saya di vonis sulit punya anak dan bahkan tidak bisa punya anak.


tapi Allah Maha Kuasa, Allah Maha Besar di banding perkiraan dokter. Alhamdulillaah tiga putri dan satu putra hadir melengkapi keluarga kecil kami. Setengah lusin😍 maa syaa Allah.


saat ini....


rasanya ingin memeluk mereka

rasanya ingin mencium kepala mereka

rasanya ingin mencium bau badan mereka

rasanya ingin mendengar celotehan mereka

rasanya ingin melihat mereka rebutan mainan

rasanya ingin melihat mereka rebutan makanan

rasanya ingin mendengar jerit tangis mereka

rasanya ingin mendengar tertawa mereka


semua ada masanya


waktu bersama dengan mereka hanya sekejap mata


seperti baru bangun tidur😭


mereka sudah tidak bersama secara fisik 

mereka sedang berjuang 

mereka sedang menanam masa depannya 

mereka sedang mencari siapa dirinya

mereka sedang menegaskan siapa Robbnya


dekapan hangat mereka sangat dirindu

hanya doa yang panjang mengalir dalam aliran darah mereka yang bisa dilantunkan


masa mereka hanya sebentar bersama kita


ayah bunda yang anandanya masih usia balita bersabarlah dengan mereka....


bersabar dengan segala tingkah lakunya

bersabar dengan sakitnya

bersabar dengan semuanya


karena waktu bersama mereka hanya sekejap mata, hanya sebentar saja


peluk mereka

dekap mereka 

cium mereka

didik mereka

asuh mereka 

cintai mereka 

sayangi mereka

kasihi mereka


yakinlah masa itu akan cepat berlalu


sebelum semua terlambat😓


masih ada waktu untuk belajar membersamai mereka

masih ada waktu untuk belajar membahagiakan mereka 

masih ada waktu belajar untuk menimba ilmu seputar pendidikan anak

masih ada waktu belajar bahu membahu dengan pasangan untuk merawat mereka


semua akan berlalu


@popisusanty

Rumah Tangga dengan Orientasi Melayani

 rumah tangga dengan orientasi melayani


“dek, sabun cuci piring dimana ya?”


“ada di bawah wastafel, bang. besok pagi aja saya yang nyuci bang, sudah malam ini. kan abang baru pulang bada isya tadi, pasti letih kan.”


“udah-udah adek tidur aja, kan adek juga capek seharian di rumah. biar abang yang cuci piring dan bebenah biar besok pagi adek gak kerepotan.”


“iya bang, adek tidur duluan ya.”


di pagi hari.


“adek mau kemana pagi-pagi ini. anak-anak sudah berangkat sekolah. sini temani abang tiduran sebentar sebelum berangkat kerja.”


yang ngajak tidur, langsung lelap. tangan melingkar di perutnya, walau tidak bisa ikut tidur karena terganggu dengan suara dengkurannya, pura-pura tidur untuk menyenangkan hatinya. semoga dapat pahala.


hari berlalu. sore menjelang. anak-anak sudah pulang dari sekolah. suami juga baru sampai.


“bang maaf, hari ini begitu repot jadi gak sempat masak”


“sini-sini peluk abang dulu. biar letih abang hilang. gak usah pikirkan makanan. nasi adakan ?  nanti abang gorengkan telur saja buat adek dan anak-anak.”


“iya bang makasih banyak. adek benar-benar gak sempat hari ini.”


“sudah gak apa-apa, liat adek sehat dan anak-anak kumpul pun abang sudah senang kali.”


#######


syurga di dunia bila semua anggota keluarga memahami kelebihan dan keterbatasan orang lain. sangat jarang ditemukan sikap itsar, sikap mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan dirinya sendiri.


meraba apa yang dirasakan pasangan. mengendalikan egoisme sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangga. bersikap ingin selalu melayani di banding ingin terus dilayani. mengetahui dan bisa memetakan semua potensi anggota keluarga. meningkatkan kelebihan dan memacu kelemahan menjadi kekuatan.


saling melangkah beriringan, saling berpegangan, saling menghargai, saling mensuppot, saling menguatkan dan saling bahu membahu dalam kebaikan dan penyelesaian masalah dalam keluarga.


kepala boleh berbeda. masa lalu boleh berbeda namun tujuan satu. menggapai ridho Allah SWT


semoga kelak dipertemukan dengan setengah Dien yang ia mencintai karena Allah dan dicintai karena Allah. 


@popiesusanty

Menikah untuk Bahagia


Lalu kalau sudah menikah, tidak ada rasa bahagia, harus bagaimana ???


Berpisah 😣😣 kasihan sama anak-anak


Tetap bertahan 😌😌 hati sakit dan ingin merasakan bahagia


Lantas whats next ? 


G A L A U ?


Secara fitrah, wajar bila seorang wanita menginginkan bahagia dalam pernikahannya. Tapi tak jarang waktu bergulir, air mata demi air mata yang menemani hari-hari. Seringkali bahagia tak di dapat hanya kepedihan yang di rasa. Torehan luka batin dalam rumah tangga bisa terjadi di setiap dada istri. Mungkin perlakuan suami yang tak kunjung berubah tabiat dan perangai buruknya bahkan melakukan kekerasan secara non verbal.


Pilihan bahagia ada di tangan 


Sabar dengan takdir Allah adalah baik


Berpisah dengan baik pun tidak ada yang melarang 


Tapi coba pikirkan, mungkin ini jalan dari Allah agar dapat meraih pahala dari kesabaran menghadapi sulitnya dalam berumah tangga. Kesulitan, tekanan yang terjadi hadapi dengan penuh harap dan doa kepada Allah agar dilapangkan hati, dikuatkan dalam menghadapi semua masalah. Ada Allah Yang Maha Besar, katakan itu pada masalah.


Siapa sih yang tak ingin bahagia ?


Di sayang suami

Diperhatikan suami

Dipedulikan suami


Tapi kenyataannya apa ? Istri merasa menjadi kuda dan budak dalam rumah tangga. Ia harus kerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia harus membereskan rumah. Mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Tapi sang suami tak pernah peduli dengan dirinya, tak pernah ringan tangan membantu pekerjaan di rumah, tak pernah ada kata sayang dan cinta, semua hanya bergulir seperti layaknya siang dan malam. Semua hanya melaksanakan masing-masing perkerjaan. 


Kunci terbaik adalah kembalikan semua kepada Allah, biarkan Allah menjawab semua doa dan harapan dengan jalanNya. Semoga Allah memberikan jalan terbaik di setiap langkah kehidupan dalam berumah tangga. Tak pun bahagia di rumah tangga dunia insya Allah kelak akan bahagia di syurga Nya


Peluk untuk sahabat tersayang. Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar. Kuat dan tegar, senyum lah, peluk anak-anak tercinta. Merekalah penguat agar lebih baik lagi di hari esok


#popiesusanty

Tak Banyak Kata Terucap


Almarhum Bapak, semoga Allah merahmati dan mengampuni semua dosa-dosanya. Beliau tak banyak bicara tapi satu hal yang sering Beliau ucapkan. Berbuat hal yang membanggakan keluarga dan jangan pernah melakukan hal yang mencoreng nama keluarga.


Awalnya saya tidak faham. Ah yang penting kerja keras untuk dapat rengking terbaik di kelas biar dapat beasiswa dari kantor Bapak. Dan saat pengambilan rapot, Mamah selalu bilang silahkan beli apa saja untuk hadiah. Karena tahu kondisi keuangan keluarga, paling saya ambil coklat cap ayam jago dan permen dalam kemasan kaleng. Waktu itu sudah wah banget untuk saya.


Saat ke kota tempat Bapak bekerja, Bapak bawa saya ke toko buku, beli apa saja yang saya inginkan, pengalaman yang sangat berkesan sampai sekarang. Memiliki waktu khusus berdua sama Mamah dan Bapak. Sedangkan adik ada dirumah bersama keluarga besar.


Kata sekarang istilahnya bullying. Beberapa kali saya dapat saat kecil bahkan sampai sekarang.


“Tiklot, leutik kolot,” sering terdengar saat ambil rapot juara 1 di kelas. Beberapa ibu-ibu di kelas berbisik, padahal usia masuk SD 6 tahun, jadi seumur sama anak-anak lainnya.


“Pendek” kata itu pun sering saya dengar, entah mengejek atau bercanda. Saya abaikan.


Saya ingat kata Bapak, “Kalau itu sebuah kenyataan terhadap diri kita, tidak usah marah, tak usah di lawan.”


Tapi kalau keluarga saya dengar, terutama Ua saya yang mengasuh saya sejak kecil selalu beliau bilang,”Maunya sih seperti kamu, tinggi, pintar, kaya” dalam nada yang marah, tidak menerima saya diejek.


Saya hanya senyum tanpa ada komentar 


Mamah saya selalu bilang untuk menguatkan hati saya,” Balas dengan prestasi....cibiran dan ejekan mereka, jangan dibalas dengan ejekan lagi nanti sama derajatnya sama mereka. Terpercik air sendiri nantinya. Senyum atau tinggalkan saja”


Pelajaran hidup yang tak didapat dibangku sekolah bahwa menghormati diri sendiri di hadapan orang salah satunya dengan meninggalkan apa saja yang sebenarnya bisa kita mampu tapi tidak kita lalukan.


“Iri tanda tak mampu” Slogan dari guru saya yang menanamkan muridnya agar jangan pernah ada rasa iri dalam hati kepada siapapun terutama yang memiliki kelebihan seperti prestasi, kekayaan, jabatan atau yang lain. Karena setiap diri punya kelebihan dan kekurangan.


Sabar dan syukur terhadap semua ketentuan Allah.


Bapak dan Mamah saya tak pernah melarang saya apapun. Kepercayaan yang harus saya pegang saat saya memiliki sebuah keinginan. Misalnya saya ingin kursus, silahkan asal jujur, pintar, insya Allah uang diusahakan. Tak pernah mereka melarang saya ikut organisasi apapun di sekolah karena mereka tahu saat anaknya memiliki keinginan harus dipenuhi.


🥺🥺🥺rindu memeluk mereka 


Semoga selalu sehat, panjang umur dalam ketaatan dan kebaikan, husnul khotimah dan diberikan rejeki bak air bah yang melimpah, Istiqomah dalam Islam dan bisa selalu bermanfaat untuk sesama.


@popiesusanty