Menata hati
Mendung bergelayut manja sejak pagi di Kota Medan. Rutinitas pagi dengan anak satu rasanya sama saat keempat anak kumpul. Sama-sama ramai.
Kendaraan pagi setia menunggu, hanya dengan ketik aplikasi, mobil datang tinggal duduk manis dan sampai tujuan. Turun di sekolah si bungsu lanjut agenda ke kampus.
Tarik nafas di mulai. Getaran dawai yang berulang sungguh mengganggu konsentrasi mengajar, pas dilihat panggilan dari pondok.
“Ummi kapan jenguk?”
“Senin ya insya Allah, karena Sabtu dan Ahad ada seminar pagi sampai sore”
“Hari ini aja ya, karena Senin Abang mau Ourbond dua hari.”
“Hari ini ? Tapi ummi masih ngajar, adek pulang jam 11.20.”
“Langsung aja habis jemput adek ya. Abang tunggu sebelum jam 14.00.”
“InsyaAllah diusahakan ya.”
“Ini mi yang Abang perlukan, tolong dibawa ya.”
“Insya Allah bang.”
Siap mengajar langsung lari menuju sekolah si bungsu, sudah telat 20 menit. Alhamdulillaah grxxcar jalannya cepat sehingga tidak terlalu lama si bungsu menunggu. Saya sempat mikir, kemanalah saya titipkan si bungsu, akhirnya ia mau dititip ke temannya, pamit sebentar untuk menitipkan dan segera saya cari kendaraan umum menuju arah Belawan. Bismillah. Uppps tarik nafas sambil terus baca sholawat semakin kencang. Hanya tertinggal waktu satu jam.
Perjalanan panjang satu jam di angkot, saya coba pejamkan mata sambil terus mengingat Allah, berdoa semoga waktunya tepat, pas satu jam sampai di simpang Martubung. Mulai tarik nafas untuk menjaga hati.
Hectic mulai terjadi 😳😳😳😳Belanja pesanan si Abang rupanya di kasir antrian mengular, pesanan di cancel 6x oleh graxxar, perut yang melilit tanpa kompromi dan waktu sholat Dzuhur mulai mepet.
Sisa 20 menit lagi, baru dapat kendaraan.😰😰😰
Uppss tetap tenang
Tetap santai
Tetap mengingat Allah
Tarik nafas panjang
Alhamdulillaah pas jam 14.00 tiba
Saya sudah pasrah bila tidak jumpa. Tapi saya sudah ikhtiar ya Allah untuk menunaikan janji. Saya sudah berjuang ya Allah untuk tepati semua janji. Saya sudah berusaha untuk menyenangkan hatinya. Saya pasrah ya Allah
Alhamdulillaah masih diberikan kesempatan berjumpa walau sebentar.
Alhamdulillaah 😍😍😍 masih sempat memeluk dan berbincang sebentar sambil minum jus mangga sekedar menghilangkan rasa lapar dan bergegas sholat Dzuhur. Dan pamitan.
Alhamdulillaah rahmat Allah turun dengan deras.
Sinyal hilang timbul
Hp lobet dua-duanya
Detik terakhir dapat juga grxxcar walau salah titik penjemputan karena rasanya sudah puncak hectic.
walking in the rain menuju parkiran💃💃
dalam keadaan basah kuyup baju, tas, sepatu sambil mendekap tas laptop yang saat itu tidak bawa ransel.
Sambil meleleh saya menikmati sesi hidup yang indah. pasti ada kebaikan di balik semua. sambil terus mengingat Allah
turun depan RS Delima, selang berapa waktu datang angkot menuju tempat si bungsu dititip. kuyupnya sekujur tubuh dapat perhatian semua orang di angkot. hanya senyum manis yang bisa saya berikan sama mereka.
tuntas menjelang magrib perjalanan Martubung Setiabudi 2.5 jam yang biasanya hanya 1 jam. air meluap dimana-mana di Kota Medan bila hujan menjadi sumber padatnya kendaraan sepanjang jalan.😳😳😳😳
😲sholat Ashar di ujung waktu. Astaghfirullah....
Alhamdulillaah adzan Isya baru bisa berbaring indah berselimut.
semoga bisa terus bersabar saat ujian dan masalah menerpa.
belajar terus untuk menata hati
Jumat berkah
@popiesusanty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar