Retno....
Namamu indah Nduk.
Parasmu juga ayu.
Balutan hijab panjang, gamis lebar menghiasi tubuhmu.
"Bu Ayu (manggil saya).....saya kangen ibu. Ibu apa kabarnya. Pengen deh meluk Ibu Ayu..."
Lalu Retno merentangkan tangannya ke arah saya seolah mau memeluk erat. Sambil memejamkan matanya.
Tapi sayang Nduk....kamu hanya terlihat di video call saja. Sementara hanya bisa memeluk dan menciummu secara virtual. Nanti yaa kalau ada waktu luang, insyaa Allah saya akan menemuimu langsung.
"Ibu Ayu kok berkaca-kaca sih....ibu Ayu gak boleh sedih, gak boleh nangis nanti ayune jadi elek.....hihihi"
"Ibu Ayu kapan kesini....saya tunggu yaa. Mau meluk mau meluk.....", rengeknya manja.
"Ibu Ayu yang baik, sehat-sehat yaa selalu. Saya sayang ibu Ayu...." celotehnya lucu sekali. Terus ia jalan lenggak lenggok bak pragawati muslimah.
"Retno sayang....doain ibu Ayu yaa. Nanti kita ketemu yaa insyaa Allah."
Retno, anak gadis usia 27 tahun, anak ABK yang sangat manis dan ceria. Di usianya yang jelang dewasa, ia memimpikan segera menikah. Katanya, ia harus rajin ngaji dan sholat agar segera dapat jodoh yang baik.
Retno sekolah di SLB setiap pagi sampai siang hari dan mengaji iqro sore di tempat sahabat kebaikan. Retno yang ceria mengajarkan banyak hal kepada saya. Kata-kata yang terucap dari bibirnya hanya yang baik. Tak pernah satu kata pun mengucap kata yang buruk apalagi menyakiti.
Salut kepada orang tua, para guru yang mendidiknya selama ini penuh kesabaran dan kesantunan.
Anak ABK dan anak-anak kita semua sama. Sama-sama makhluk Allah yang harus kita rawat dan kita bimbing ke jalan sesuai fitrahnya. Perlu niat yang kuat, kesungguhan yang gigi dan latihan yang terus menerus agar kita, saya sebagai pribadi sebagai orang tua hanya mengucapkan kata yang baik, penuh hikmah dan tidak menyakiti orang lain.
Kata-kata positif yang kita ucapkan semoga bisa doa yang akan menebarkan kebaikan bagi diri sendiri dan lingkungan.
Terima kasih
Maaf
Tolong
Permisi
Ucapkan kata sayang, cinta kepada anak-anak dan keluarga bisa menguatkan dan menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak.
Bismillaah semoga kita menjadi pribadi teladan bagi keluarga
Popie Susanty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar