Jumat, 21 Oktober 2022

Syurga di Sudut Mesjid

 Syurga di Sudut Mesjid


Malam itu....saya bersama sahabat ilmu harus mampir di sebuah mesjid karena adzan sudah berkumandang dengan syahdu.


Sudah parkir, kami bersegera ambil wudhu dan masbuk sholat magrib berjamaah.


Sejuk dalam mesjid

Suara imam mesjid sangat merdu


Selesai tunaikan sholat. Saya terdiam. Menunggu sahabat meletakan mukena ditempatnya.


Mata saya meleleh melihat pemandangan di sudut kanan mesjid. Seorang ibu separuh baya sedang membantu seorang ibu tua yang buta, sangat kesulitan berdiri.


Setelah berhasil berdiri, mungkin anaknya yang ibu separuh baya memeluk merangkul ibu tua menciuminya dan memapah keluar mesjid. Perlahan sampai tidak terlihat lagi.


Ya Allah....mampukan saya merawat kedua orang tua saya seperti ibu paruh baya tadi menyayangi ibunya yang tua dan sudah tidak bisa melihat dengan perlakuan lembut penuh cinta dan kasih sayang.


Ya Allah....syurga benar benar ada di depan mata saya. Duhai Allah pemandangan yang begitu indah. Ibadah bersama. Pulang bersama.


Kontan merindu mamah, emak almarhumah dan uyut almarhumah di kampung. Semoga Allah merahmati, menyayangi dan menjaganya selalu.


Rindu

Sangat rindu


Tetiba....saudara saya terisak juga di samping saya sambil berkata, "Dulu kita jaga anak-anak dari kecil sampai mereka menikah. Tapi bisakah mereka sekejap saja menjaga saya saat saya sakit, saat saya membutuhkan mereka."


Meleleh......


Kalimat padat, singkat tapi penuh hikmah.


"Dua pekan lalu saya sakit sampai tidak bisa bangun, tak ada 1 pun anak saya yang cuti 1 hari saja untuk menemani, menjaga saya."


Bertambah menangis saya.


Saya langsung berdoa kepada Allah, "Ya Allah ampunilah dosa-dosa saya bila selama ini belum maksimal menjaga dan merawat kedua orang tua saya sewaktu mereka sakit. 😭😭😭😭 semoga kelak anak dan keturunan saya menjadi anak-anak yang sholeh sholehah berbakti kepada kedua orang tuanya."


Saya memeluk sahabat saya....sambil mendoakan dalam hati. Semoga di masa tuanya, anak-anaknya lebih peduli dan sayang kepadanya.


Popie Susanty...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar