Jumat, 21 Oktober 2022

Sepotong Tempe Goreng

 Sepotong Tempe Goreng 


Popie Susanty


Entah mengapa, dengan melihat sepotong tempe goreng, mata ini mengalirkan air dengan derasnya.


Kisah di balik sepotong tempe sepertinya yang menjadikan tangis hadir tanpa diundang.


Anak laki-laki satu-satunya hanya suka tempe goreng yang berbalut tepung, di makan hangat di tambah saus cabe, dijamin akan tambah nasi berkali-kali.


Kini ia harus berjuang dengan makanan yang ada, berjuang makan makanan khas Melayu Minang yang banyak rempah dan sambal. Terbayang butuh berapa lama adaptasi dengan makanan yang tersedia di pondok.


“Babang gak suka sayur cabe Mi”


“Kok bisa ya ada sayur cabe di Medan”


Saya sejenak berpikir, apa itu sayur cabe. Ooooo rupanya tauco yang ada di nasi gurih  atau lontong saat sarapan pagi. Habis itu dengan terkekeh saya jelaskan nama sayur cabe itu adalah tauco.


“Babang maunya makan ikan itu yang gak ada duri. Ayam pun kalau bisa gak ada tulang. Biar makannya khusyuk tanpa diganggu duri dan tulang”


Jadi kalau masak ikan diusahakan yang sangat sedikit duri begitupun kalau ayam diusahakan yang sedikit tulang.


Awal pasti berat dengan adaptasi makanan. Bahkan pernah beberapa hari gak mau makan karena menunya ikan. Akhirnya jebol lah uang jajan. Akhirnya dengan terpaksa harus makan dengan tetesan air mata dulu.


Balada seorang santri yang harus tangguh melawan berbagai rasa, rasa kantuk, rasa rindu, rasa baru makanan, rasa berbagi dan lainnya.


Semoga besok tak ada lagi sepotong tempe yang mengiris kerinduan


$$$$$$$$$$$$$$$$



Pagi Pertama di Hongkong

 Pagi pertama di Hongkong 


Perjalanan Jakarta-Hongkong membutuhkan waktu sekitar 4.45 menit. Perbedaan waktu Indonesia bagian barat dengan Hongkong hanya satu jam. Lebih cepat waktu Hongkong.


Penerbangan Cathay Pasifik dari Soetta terlambat sekitar 45 menit. Cuaca kurang bagus di awal penerbangan, terlihat awan putih yang menggelayut di sekitar pesawat. Tak lebih 1 jam pramugari menghidangkan makanan untuk makan siang. Perjalanan terasa cepat karena badan meminta jatah istirahat sehingga setelah makan bisa pulas sejenak sebelum pilot mengumumkan akan lepas landas. 


Seperti di bandara internasional lainnya, Hongkong Airport begitu besar dan megah. Setelah melewati imigrasi, mengambil bagasi lalu kami menuju bis.


Di kawal oleh tour leader dari Indonesia, mas Jelo dan tour guide lokal Pak William kami menuju Kow Loon, makan malam di Wedding Banquet selanjutnya belanja di Ladies Market. Pasar seperti kaki lima kalau di Bandung atau yogya yang berupa lorong diantara megahnya pusat perbelanjaan. Menjual aneka souvenir lokal dengan harga standar luar negeri hampir sama.


Tepat pukul 21.15 tiba di L Nina Hotel Kowloon berbintang 5 dengan pemandangan yang sangat indah dan kamar yang besar, nyaman dan yang pasti bisa sejenak menghilangkan penat selama perjalanan Indonesia Hongkong.


Sarapan dulu yuukkk


Di lantai 41 dari sekitar 80 lantai hotel ini. Menu standar hotel internasional. 


Cerita hari ini insya Allah selanjutnya yaa ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


#tripmcigratis #bonusmci


Better Life with MCI


Popie susanty

Semua Berasal dari Hati

 Semua berasal dari hati


Hati yang bersih akan mudah menerima kebenaran dan kebaikan.


Hati yang jernih akan mudah menerima nasehat yang baik.


Hati yang lapang akan mudah menerima permintaan maaf dan memaafkan.


Hati yang tulus akan mudah melupakan semua kebaikan yang ia lakukan.


Hati yang kokoh tidak akan mudah terbawa isu yang belum tentu kebenarannya.


Hati yang kuat tidak akan mudah terbawa arus yang menyesatkan.


Hati yang tegar memiliki daya imunitas tinggi terhadap terpaan gelombang badai yang menerpa.


Kami berlindung kepadaMu ya Allah....

Dari hati yang lemah

Dari hati yang lalai

Dari hati yang sakit

Dari hati yang kotor

Dari hati yang keras

Dari hati yang menolak kebenaran

Dari hati yang tidak menerima nasehat

Dari hati yang mudah condong kepada maksiat

Dari hati yang mudah terbawa arus keburukan


Tetapkan hati-hati kami dalam kebaikan ya Allah

Tetapkan hati-hati kami dalam agamaMu

Tetapkan hati-hati kami dalam ketaatan


@popiesusanty

Semua Akan Berlalu


melihat anak anak usia balita, rasanya ingatan menghangat ke masa lalu saat anak anak masa kecil. setiap dua tahun lahir satu amanah. begitu besar tanggung jawab yang Allah berikan walau secara medis saya di vonis sulit punya anak dan bahkan tidak bisa punya anak.


tapi Allah Maha Kuasa, Allah Maha Besar di banding perkiraan dokter. Alhamdulillaah tiga putri dan satu putra hadir melengkapi keluarga kecil kami. Setengah lusin๐Ÿ˜ maa syaa Allah.


saat ini....


rasanya ingin memeluk mereka

rasanya ingin mencium kepala mereka

rasanya ingin mencium bau badan mereka

rasanya ingin mendengar celotehan mereka

rasanya ingin melihat mereka rebutan mainan

rasanya ingin melihat mereka rebutan makanan

rasanya ingin mendengar jerit tangis mereka

rasanya ingin mendengar tertawa mereka


semua ada masanya


waktu bersama dengan mereka hanya sekejap mata


seperti baru bangun tidur๐Ÿ˜ญ


mereka sudah tidak bersama secara fisik 

mereka sedang berjuang 

mereka sedang menanam masa depannya 

mereka sedang mencari siapa dirinya

mereka sedang menegaskan siapa Robbnya


dekapan hangat mereka sangat dirindu

hanya doa yang panjang mengalir dalam aliran darah mereka yang bisa dilantunkan


masa mereka hanya sebentar bersama kita


ayah bunda yang anandanya masih usia balita bersabarlah dengan mereka....


bersabar dengan segala tingkah lakunya

bersabar dengan sakitnya

bersabar dengan semuanya


karena waktu bersama mereka hanya sekejap mata, hanya sebentar saja


peluk mereka

dekap mereka 

cium mereka

didik mereka

asuh mereka 

cintai mereka 

sayangi mereka

kasihi mereka


yakinlah masa itu akan cepat berlalu


sebelum semua terlambat๐Ÿ˜“


masih ada waktu untuk belajar membersamai mereka

masih ada waktu untuk belajar membahagiakan mereka 

masih ada waktu belajar untuk menimba ilmu seputar pendidikan anak

masih ada waktu belajar bahu membahu dengan pasangan untuk merawat mereka


semua akan berlalu


@popisusanty

Rumah Tangga dengan Orientasi Melayani

 rumah tangga dengan orientasi melayani


“dek, sabun cuci piring dimana ya?”


“ada di bawah wastafel, bang. besok pagi aja saya yang nyuci bang, sudah malam ini. kan abang baru pulang bada isya tadi, pasti letih kan.”


“udah-udah adek tidur aja, kan adek juga capek seharian di rumah. biar abang yang cuci piring dan bebenah biar besok pagi adek gak kerepotan.”


“iya bang, adek tidur duluan ya.”


di pagi hari.


“adek mau kemana pagi-pagi ini. anak-anak sudah berangkat sekolah. sini temani abang tiduran sebentar sebelum berangkat kerja.”


yang ngajak tidur, langsung lelap. tangan melingkar di perutnya, walau tidak bisa ikut tidur karena terganggu dengan suara dengkurannya, pura-pura tidur untuk menyenangkan hatinya. semoga dapat pahala.


hari berlalu. sore menjelang. anak-anak sudah pulang dari sekolah. suami juga baru sampai.


“bang maaf, hari ini begitu repot jadi gak sempat masak”


“sini-sini peluk abang dulu. biar letih abang hilang. gak usah pikirkan makanan. nasi adakan ?  nanti abang gorengkan telur saja buat adek dan anak-anak.”


“iya bang makasih banyak. adek benar-benar gak sempat hari ini.”


“sudah gak apa-apa, liat adek sehat dan anak-anak kumpul pun abang sudah senang kali.”


#######


syurga di dunia bila semua anggota keluarga memahami kelebihan dan keterbatasan orang lain. sangat jarang ditemukan sikap itsar, sikap mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan dirinya sendiri.


meraba apa yang dirasakan pasangan. mengendalikan egoisme sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangga. bersikap ingin selalu melayani di banding ingin terus dilayani. mengetahui dan bisa memetakan semua potensi anggota keluarga. meningkatkan kelebihan dan memacu kelemahan menjadi kekuatan.


saling melangkah beriringan, saling berpegangan, saling menghargai, saling mensuppot, saling menguatkan dan saling bahu membahu dalam kebaikan dan penyelesaian masalah dalam keluarga.


kepala boleh berbeda. masa lalu boleh berbeda namun tujuan satu. menggapai ridho Allah SWT


semoga kelak dipertemukan dengan setengah Dien yang ia mencintai karena Allah dan dicintai karena Allah. 


@popiesusanty

Menikah untuk Bahagia


Lalu kalau sudah menikah, tidak ada rasa bahagia, harus bagaimana ???


Berpisah ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ kasihan sama anak-anak


Tetap bertahan ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ hati sakit dan ingin merasakan bahagia


Lantas whats next ? 


G A L A U ?


Secara fitrah, wajar bila seorang wanita menginginkan bahagia dalam pernikahannya. Tapi tak jarang waktu bergulir, air mata demi air mata yang menemani hari-hari. Seringkali bahagia tak di dapat hanya kepedihan yang di rasa. Torehan luka batin dalam rumah tangga bisa terjadi di setiap dada istri. Mungkin perlakuan suami yang tak kunjung berubah tabiat dan perangai buruknya bahkan melakukan kekerasan secara non verbal.


Pilihan bahagia ada di tangan 


Sabar dengan takdir Allah adalah baik


Berpisah dengan baik pun tidak ada yang melarang 


Tapi coba pikirkan, mungkin ini jalan dari Allah agar dapat meraih pahala dari kesabaran menghadapi sulitnya dalam berumah tangga. Kesulitan, tekanan yang terjadi hadapi dengan penuh harap dan doa kepada Allah agar dilapangkan hati, dikuatkan dalam menghadapi semua masalah. Ada Allah Yang Maha Besar, katakan itu pada masalah.


Siapa sih yang tak ingin bahagia ?


Di sayang suami

Diperhatikan suami

Dipedulikan suami


Tapi kenyataannya apa ? Istri merasa menjadi kuda dan budak dalam rumah tangga. Ia harus kerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia harus membereskan rumah. Mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Tapi sang suami tak pernah peduli dengan dirinya, tak pernah ringan tangan membantu pekerjaan di rumah, tak pernah ada kata sayang dan cinta, semua hanya bergulir seperti layaknya siang dan malam. Semua hanya melaksanakan masing-masing perkerjaan. 


Kunci terbaik adalah kembalikan semua kepada Allah, biarkan Allah menjawab semua doa dan harapan dengan jalanNya. Semoga Allah memberikan jalan terbaik di setiap langkah kehidupan dalam berumah tangga. Tak pun bahagia di rumah tangga dunia insya Allah kelak akan bahagia di syurga Nya


Peluk untuk sahabat tersayang. Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar. Kuat dan tegar, senyum lah, peluk anak-anak tercinta. Merekalah penguat agar lebih baik lagi di hari esok


#popiesusanty

Tak Banyak Kata Terucap


Almarhum Bapak, semoga Allah merahmati dan mengampuni semua dosa-dosanya. Beliau tak banyak bicara tapi satu hal yang sering Beliau ucapkan. Berbuat hal yang membanggakan keluarga dan jangan pernah melakukan hal yang mencoreng nama keluarga.


Awalnya saya tidak faham. Ah yang penting kerja keras untuk dapat rengking terbaik di kelas biar dapat beasiswa dari kantor Bapak. Dan saat pengambilan rapot, Mamah selalu bilang silahkan beli apa saja untuk hadiah. Karena tahu kondisi keuangan keluarga, paling saya ambil coklat cap ayam jago dan permen dalam kemasan kaleng. Waktu itu sudah wah banget untuk saya.


Saat ke kota tempat Bapak bekerja, Bapak bawa saya ke toko buku, beli apa saja yang saya inginkan, pengalaman yang sangat berkesan sampai sekarang. Memiliki waktu khusus berdua sama Mamah dan Bapak. Sedangkan adik ada dirumah bersama keluarga besar.


Kata sekarang istilahnya bullying. Beberapa kali saya dapat saat kecil bahkan sampai sekarang.


“Tiklot, leutik kolot,” sering terdengar saat ambil rapot juara 1 di kelas. Beberapa ibu-ibu di kelas berbisik, padahal usia masuk SD 6 tahun, jadi seumur sama anak-anak lainnya.


“Pendek” kata itu pun sering saya dengar, entah mengejek atau bercanda. Saya abaikan.


Saya ingat kata Bapak, “Kalau itu sebuah kenyataan terhadap diri kita, tidak usah marah, tak usah di lawan.”


Tapi kalau keluarga saya dengar, terutama Ua saya yang mengasuh saya sejak kecil selalu beliau bilang,”Maunya sih seperti kamu, tinggi, pintar, kaya” dalam nada yang marah, tidak menerima saya diejek.


Saya hanya senyum tanpa ada komentar 


Mamah saya selalu bilang untuk menguatkan hati saya,” Balas dengan prestasi....cibiran dan ejekan mereka, jangan dibalas dengan ejekan lagi nanti sama derajatnya sama mereka. Terpercik air sendiri nantinya. Senyum atau tinggalkan saja”


Pelajaran hidup yang tak didapat dibangku sekolah bahwa menghormati diri sendiri di hadapan orang salah satunya dengan meninggalkan apa saja yang sebenarnya bisa kita mampu tapi tidak kita lalukan.


“Iri tanda tak mampu” Slogan dari guru saya yang menanamkan muridnya agar jangan pernah ada rasa iri dalam hati kepada siapapun terutama yang memiliki kelebihan seperti prestasi, kekayaan, jabatan atau yang lain. Karena setiap diri punya kelebihan dan kekurangan.


Sabar dan syukur terhadap semua ketentuan Allah.


Bapak dan Mamah saya tak pernah melarang saya apapun. Kepercayaan yang harus saya pegang saat saya memiliki sebuah keinginan. Misalnya saya ingin kursus, silahkan asal jujur, pintar, insya Allah uang diusahakan. Tak pernah mereka melarang saya ikut organisasi apapun di sekolah karena mereka tahu saat anaknya memiliki keinginan harus dipenuhi.


๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ๐Ÿฅบrindu memeluk mereka 


Semoga selalu sehat, panjang umur dalam ketaatan dan kebaikan, husnul khotimah dan diberikan rejeki bak air bah yang melimpah, Istiqomah dalam Islam dan bisa selalu bermanfaat untuk sesama.


@popiesusanty

Mendam atau Melepas

 Lebih suka memendam emosi atau melepas emosi ?


Mungkin bagi sebagian orang sangat mudah untuk melepaskan emosi


Tapi banyak orang yang hanya bisa memendam emosi tanpa bisa melepaskannya


Terjadi di beberapa kasus rumah tangga. Seorang istri yang mau mengungkapkan kekesalan hati kepada pasangan, acapkali di bilang tak sabar, tak bersyukur, akhirnya emosi itu terus terpendam dan makin terkubur di hantam oleh emosi emosi yang terus menimpanya


Bahagia bila pasangan memahami dan siap menampung semua emosi yang dikeluarkan oleh istrinya saat sang istri memiliki masalah atau saat istri ingin melepas emosinya 


Penelitian mengungkapkan bila emosi ini terus dipendam tidak baik akan kesehatan, salah satunya membuat arteri mengeras, menyebabkan sakit tumor dan kanker, bahkan menurunkan kekebalan tubuh.


Tak ada manusia yang tak punya masalah.


Selayaknya pasangan suami istri saat menikah sudah dalam satu paket. Menerima suka dan menerima duka dari pasangan. Menerima saat pasangan memiliki emosi yang hanya perlu kedua telinga untuk mendengarkan semua keluhannya, tak perlu diberikan komentar, JUST LISTENING, sudah sangat membahagiakan istri. Karena sesungguhnya para istri itu butuh didengarkan, butuh perhatian, apalagi kalau pasangannya sambil mendengarkan sambil memeluk dan membelai rambutnya dengan mesra. 


Sesimpel itu kah ??? YESSSSSS


Terkadang rutinitas dirumah membuat istri jenuh. Sore-sore diajak beli gorengan udah senang apalagi tukang gorengannya di Kota Mekah ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ๐ŸคฉBAHAGIA


Sedekah terbaik untuk keluarga untuk sang suami apalagi bisa membahagiakan hati istri 


Ingat ingat istri jantungnya rumah tangga lho kalau mau anak tenang nyaman pintar, tipsnya mudah, cari seribu cara untuk bahagiakan istri. Mudah apa mudah ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


Yuk ah istri juga berbuat yang sama agar magnet kebaikan dari niat suami untuk bahagiakan istri satu arus sehingga suasana keluarga pun akan tenang dan bahagia 


Istri hanya ingin dimengerti 


Rasakan balasan dari sang istri bila hal ini sudah dipenuhi oleh sang suami


Selamat berbahagia

Syukur dan bersabar


@popiesusanty

Kemarin Belajar Adab


Retno....


Namamu indah Nduk. 

Parasmu juga ayu.

Balutan hijab panjang, gamis lebar menghiasi tubuhmu.


"Bu Ayu (manggil saya).....saya kangen ibu. Ibu apa kabarnya. Pengen deh meluk Ibu Ayu..."


Lalu Retno merentangkan tangannya ke arah saya seolah mau memeluk erat. Sambil memejamkan matanya.


Tapi sayang Nduk....kamu hanya terlihat di video call saja. Sementara hanya bisa memeluk dan menciummu secara virtual. Nanti yaa kalau ada waktu luang, insyaa Allah saya akan menemuimu langsung.


"Ibu Ayu kok berkaca-kaca sih....ibu Ayu gak boleh sedih, gak boleh nangis nanti ayune jadi elek.....hihihi"


"Ibu Ayu kapan kesini....saya tunggu yaa. Mau meluk mau meluk.....", rengeknya manja.


"Ibu Ayu yang baik, sehat-sehat yaa selalu. Saya sayang ibu Ayu...." celotehnya lucu sekali. Terus ia jalan lenggak lenggok bak pragawati muslimah.


"Retno sayang....doain ibu Ayu yaa. Nanti kita ketemu yaa insyaa Allah."


Retno, anak gadis usia 27 tahun, anak ABK yang sangat manis dan ceria. Di usianya yang jelang dewasa, ia memimpikan segera menikah. Katanya, ia harus rajin ngaji dan sholat agar segera dapat jodoh yang baik. 


Retno sekolah di SLB setiap pagi sampai siang hari dan mengaji iqro sore di tempat sahabat kebaikan. Retno yang ceria mengajarkan banyak hal kepada saya. Kata-kata yang terucap dari bibirnya hanya yang baik. Tak pernah satu kata pun mengucap kata yang buruk apalagi menyakiti.


Salut kepada orang tua, para guru yang mendidiknya selama ini penuh kesabaran dan kesantunan.


Anak ABK dan anak-anak kita semua sama. Sama-sama makhluk Allah yang harus kita rawat dan kita bimbing ke jalan sesuai fitrahnya. Perlu niat yang kuat, kesungguhan yang gigi dan latihan yang terus menerus agar kita, saya sebagai pribadi sebagai orang tua hanya mengucapkan kata yang baik, penuh hikmah dan tidak menyakiti orang lain.


Kata-kata positif yang kita ucapkan semoga bisa doa yang akan menebarkan kebaikan bagi diri sendiri dan lingkungan.


Terima kasih

Maaf

Tolong 

Permisi

Ucapkan kata sayang, cinta kepada anak-anak dan keluarga bisa menguatkan dan menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak.


Bismillaah semoga kita menjadi pribadi teladan bagi keluarga


Popie Susanty

Syurga di Sudut Mesjid

 Syurga di Sudut Mesjid


Malam itu....saya bersama sahabat ilmu harus mampir di sebuah mesjid karena adzan sudah berkumandang dengan syahdu.


Sudah parkir, kami bersegera ambil wudhu dan masbuk sholat magrib berjamaah.


Sejuk dalam mesjid

Suara imam mesjid sangat merdu


Selesai tunaikan sholat. Saya terdiam. Menunggu sahabat meletakan mukena ditempatnya.


Mata saya meleleh melihat pemandangan di sudut kanan mesjid. Seorang ibu separuh baya sedang membantu seorang ibu tua yang buta, sangat kesulitan berdiri.


Setelah berhasil berdiri, mungkin anaknya yang ibu separuh baya memeluk merangkul ibu tua menciuminya dan memapah keluar mesjid. Perlahan sampai tidak terlihat lagi.


Ya Allah....mampukan saya merawat kedua orang tua saya seperti ibu paruh baya tadi menyayangi ibunya yang tua dan sudah tidak bisa melihat dengan perlakuan lembut penuh cinta dan kasih sayang.


Ya Allah....syurga benar benar ada di depan mata saya. Duhai Allah pemandangan yang begitu indah. Ibadah bersama. Pulang bersama.


Kontan merindu mamah, emak almarhumah dan uyut almarhumah di kampung. Semoga Allah merahmati, menyayangi dan menjaganya selalu.


Rindu

Sangat rindu


Tetiba....saudara saya terisak juga di samping saya sambil berkata, "Dulu kita jaga anak-anak dari kecil sampai mereka menikah. Tapi bisakah mereka sekejap saja menjaga saya saat saya sakit, saat saya membutuhkan mereka."


Meleleh......


Kalimat padat, singkat tapi penuh hikmah.


"Dua pekan lalu saya sakit sampai tidak bisa bangun, tak ada 1 pun anak saya yang cuti 1 hari saja untuk menemani, menjaga saya."


Bertambah menangis saya.


Saya langsung berdoa kepada Allah, "Ya Allah ampunilah dosa-dosa saya bila selama ini belum maksimal menjaga dan merawat kedua orang tua saya sewaktu mereka sakit. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ semoga kelak anak dan keturunan saya menjadi anak-anak yang sholeh sholehah berbakti kepada kedua orang tuanya."


Saya memeluk sahabat saya....sambil mendoakan dalam hati. Semoga di masa tuanya, anak-anaknya lebih peduli dan sayang kepadanya.


Popie Susanty...

Istri yang Menuntut atau ...

 Istri yang menuntut atau ????


Betulkah seorang istri dikatakan terlalu menuntut suami kalau suami sedang ada diluar kota, istri dalam keadaan sakit, maunya istri...


✅minimal menanyakan apa kabar saya, apa kabar anak-anak. 


✅minimal kirim SMS hari ini mau kemana


✅minimal kirim wa sudah makan apa belum


✅minimal telepon masak apa hari ini


✅minimal bertanya masih ada uang gak untuk hari-hari


Syukur-syukur ia kabari “say, coba cek rekening ya tadi Papa sudah transfer 5 juta untuk nambah uang belanja”


Tapi seorang istri tidak hanya butuh materi, seorang istri membutuhkan perhatian dari suami apalagi suami sedang diluar kota atau LDR atau bahkan sering keluar kota.


Wahai para suami, Istri itu di php in atau digombalin aja sudah bahagianya luar biasa.


“Nanti pulang kerja, Papa belikan martabak kesukaan Mama ya” walau dalam kenyataannya lupa๐Ÿ˜ฒ


“Bapak nanti belikan hp tercanggih untuk ibu agar ibu semangat jualan online nya” eh menunggu berbulan-bulan tak jua ada wujud hpnya๐Ÿ˜ฑ


“Tahun depan kita jalan ya sekeluarga ke danau Toba” semoga terkabul ya Allah๐Ÿ˜‡


Duh senangnya hati istri ❤️❤️❤️


Jangan sampai seorang istri mencari perhatian di media sosial


Jangan sampai seorang istri mencari perhatian dengan banyak cerita sana-sini gak jelas


Jangan sampai seorang istri mencari perhatian dengan hal yang tidak diinginkan


Wahai para suami...istrimu adalah tanggung jawabmu dunia akhirat. 


Wahai para suami...luangkan waktu untuk beri perhatian kepada istrimu


Wahai para suami...jangan sampai waktumu tersita diluar perhatikan kerja tapi melalaikan tugasmu sebagai kepala rumah tangga


Tolong investasikan waktu untuk belajar menjadi seorang kepala rumah tangga yang akan membawa semua anggota keluarga merasakan syurga di dunia dan kelak di akhirat.


Wahai para suami...demi cinta kepada istrimu, luangkan waktu untuk mendampingi dan memahami istri. Bahagiakan istri sangat berpahala yang luar biasa dihadapan Allah SWT. Ingatlah satu hal, pertanggungjawaban keluarga di hadapan Allah sangat besar ada dipundakmu.


Semoga kelak meraih syurga dunia akhirat dengan terus menggali ilmu kehidupan


@popiesusanty

Menata Hati

 Menata hati


Mendung bergelayut manja sejak pagi di Kota Medan. Rutinitas pagi dengan anak satu rasanya sama saat keempat anak kumpul. Sama-sama ramai.


Kendaraan pagi setia menunggu, hanya dengan ketik aplikasi, mobil datang tinggal duduk manis dan sampai tujuan. Turun di sekolah si bungsu lanjut agenda ke kampus.


Tarik nafas di mulai. Getaran dawai yang berulang sungguh mengganggu konsentrasi mengajar, pas dilihat panggilan dari pondok.


“Ummi kapan jenguk?”


“Senin ya insya Allah, karena Sabtu dan Ahad ada seminar pagi sampai sore”


“Hari ini aja ya, karena Senin Abang mau Ourbond dua hari.”


“Hari ini ? Tapi ummi masih ngajar, adek pulang jam 11.20.”


“Langsung aja habis jemput adek ya. Abang tunggu sebelum jam 14.00.”


“InsyaAllah diusahakan ya.”


“Ini mi yang Abang perlukan, tolong dibawa ya.”


“Insya Allah bang.”


Siap mengajar langsung lari menuju sekolah si bungsu, sudah telat 20 menit. Alhamdulillaah grxxcar jalannya cepat sehingga tidak terlalu lama si bungsu menunggu. Saya sempat mikir, kemanalah saya titipkan si bungsu, akhirnya ia mau dititip ke temannya, pamit sebentar untuk menitipkan dan segera saya cari kendaraan umum menuju arah Belawan. Bismillah. Uppps tarik nafas sambil terus baca sholawat semakin kencang. Hanya tertinggal waktu satu jam. 


Perjalanan panjang satu jam di angkot, saya coba pejamkan mata sambil terus mengingat Allah, berdoa semoga waktunya tepat, pas satu jam sampai di simpang Martubung. Mulai tarik nafas untuk menjaga hati. 


Hectic mulai terjadi ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณBelanja pesanan si Abang rupanya di kasir antrian mengular, pesanan di cancel 6x oleh graxxar, perut yang melilit tanpa kompromi dan waktu sholat Dzuhur mulai mepet.


Sisa 20 menit lagi, baru dapat kendaraan.๐Ÿ˜ฐ๐Ÿ˜ฐ๐Ÿ˜ฐ


Uppss tetap tenang

Tetap santai

Tetap mengingat Allah

Tarik nafas panjang


Alhamdulillaah pas jam 14.00 tiba


Saya sudah pasrah bila tidak jumpa. Tapi saya sudah ikhtiar ya Allah untuk menunaikan janji. Saya sudah berjuang ya Allah untuk tepati semua janji. Saya sudah berusaha untuk menyenangkan hatinya. Saya pasrah ya Allah


Alhamdulillaah masih diberikan kesempatan berjumpa walau sebentar. 


Alhamdulillaah ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ masih sempat memeluk dan berbincang sebentar sambil minum jus mangga sekedar menghilangkan rasa lapar dan bergegas sholat Dzuhur. Dan pamitan.


Alhamdulillaah rahmat Allah turun dengan deras.


Sinyal hilang timbul 

Hp lobet dua-duanya

Detik terakhir dapat juga grxxcar walau salah titik penjemputan karena rasanya sudah puncak hectic.


walking in the rain menuju parkiran๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ


dalam keadaan basah kuyup baju, tas, sepatu sambil mendekap tas laptop yang saat itu tidak bawa ransel.


Sambil meleleh saya menikmati sesi hidup yang indah. pasti ada kebaikan di balik semua. sambil terus mengingat Allah


turun depan RS Delima, selang berapa waktu datang angkot menuju tempat si bungsu dititip. kuyupnya sekujur tubuh dapat perhatian semua orang di angkot. hanya senyum manis yang bisa saya berikan sama mereka.


tuntas menjelang magrib perjalanan Martubung Setiabudi 2.5 jam yang biasanya hanya 1 jam. air meluap dimana-mana di Kota Medan bila hujan menjadi sumber padatnya kendaraan sepanjang jalan.๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ


๐Ÿ˜ฒsholat Ashar di ujung waktu. Astaghfirullah....


Alhamdulillaah adzan Isya baru bisa berbaring indah berselimut.


semoga bisa terus bersabar saat ujian dan masalah menerpa.


belajar terus untuk menata hati


Jumat berkah


@popiesusanty

Modal Dasar

 Modal Dasar 


Semburat senyum yang tak lagi tulus. Memikul berat beban kehidupan yang bergelayut di pundak. Harapan yang tak sesuai dengan kenyataan terkadang menambah tekanan batin.


Terlahir di keluarga yang hangat, harmonis dan demokratis menjadi modal tebesar saat menjalani kehidupan berumah tangga. Kemampuan dasar mengelola rumah tangga, menata hati, mengelola emosi, mengolah masalah menambah modal dasar kehidupan.


Waktu bergulir, ibadah terbesar sepanjang hidupnya ia lalui ternyata ia bersama seseorang yang modal dasarnya minus. Tak salah bila ia dulu memilih standar baik tapi ternyata banyak hal yang harus mendukung standar baik seseorang calon imam yang menentukan syurga dan neraka seseorang.


Bagaimana pola asuh ia selama ini ?


Apakah ia sering mengalami kekerasan fisik ?


Apakah ia sering mengalami tekanan batin ?


Apakah ia dibesarkan dalam keadaan bahagia atau sebaliknya ?


Apakah ia dibesarkan dengan penuh tanggung jawab atau bebas ?


Apakah ia dikenalkan hidup disiplin, menghormati orang lain atau blas ?


Apakah ia belajar membantu anggota keluarga dan ada pembagian tugas dalam rumah ?


Hal besar yang harus tuntas diselesaikan saat seseorang memutuskan untuk melangkah ke pintu perjalanan panjang ibadah yaitu pernikahan .


Tidak cukup hanya baik

Tidak cukup hanya pintar

Tidak cukup hanya kaya

Tidak cukup hanya ganteng

Tidak cukup hanya terkenal 


Bagaimana ini dapat diperoleh ?????


Dengan menggali ilmu

Dengan BELAJAAAAARRRRR


Semoga dimanapun posisi kita sekarang, sudah menikah atau mau menikah, kita terus berusaha untuk mencari ilmu. Semua demi kita juga. Semua demi masa depan. Semua demi bangkitnya generasi yang akan melanjutkan perjuangan negara ini.


Mudahkan kami dan lapangkan hati kami selalu untuk terus belajar dan belajar


@popiesusanty

Ragu dengan Pendengaran

 saat ragu dengan pendengaran


tergesa-gesa....salah satu sifat manusia yang kurang baik. tapi bila kepepet jadi alasan juga๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


selesai sesi mengajar, rencana singgah ke salah satu rumah sakit. ingin nya sih melaksanakan petuah sang Guru, Ustadz Abdul Somad. kunjungi semua yang sakit yang ada di rumah sakit๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜. niat sudah ada dalam hati 


tapi ada alasan๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ


mungkin karena perut kosong, tak jelas apa jawaban dari Costumer Service saat saya menanyakan sebuah ruangan tujuan saya.


“Mohon maaf mbak, ruangan Cendana ada di lantai berapa ya ?”


“Lima”


“Terima kasih ya “


Bergegas menuju lift. Saat masuk, tidak ada lantai 5. Saya pencet tombol 4, dalam pikiran saya mungkin saya salah dengar. Toh sama sama ujung vokal a. Keluar dari lift, lorong sepi dan kosong. Lirik kanan kiri gelap. Saya putuskan untuk masuk lagi ke lift dan pencet tombol lantai 3. Eitt sama lorong sepi. Saya balik lagi masuk ke lift, pencet tombol lantai 2. Uppss sama ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ


Akhirnya saya terduduk di bangku lantai 2 sambil merenung.


“Rasanya betul tadi saya dengar lantai 5”

“Tapi saya ragu dengan pendengaran saya sehingga semua lantai saya masuki”


Akhirnya saya bertemu juga dengan seorang dokter muda, saya bertanya ruang Cendana.


“Ruang Cendana ada di bagian belakang rumah sakit dan paling atas Bu” jlebbb 


Jadi benarlah pendengaran saya tadi lantai 5 namun saya tidak mengenal medan rumah sakit. Mau bertanya tidak menjumpai orang satu pun di lantai 4 dan lantai 3


Astagfirullah.....lalai ๐Ÿ˜ญ

Astagfirullah.....tergesa-gesa๐Ÿ˜ญ


Alhamdulillaah dengan lengkapnya informasi yang saya peroleh, akhirnya jumpa juga dengan ruangan yang saya tuju. Setelah berkeliling lantai demi lantai. Tidak cukup dengan pendengaran tapi dengan bertanya kepada yang tahu akan memudahkan mencapai tempat tujuan.


Pelajaran yang bisa saya ambil dari kisah hari ini adalah memperoleh informasi lengkap yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan mutlak dimiliki. Informasi yang hanya setengah-setengah akan menyesatkan dan capek dalam mengarungi perjalanan menuju tujuan.


Apatah lagi menuju pintu akhirat.  Saat mau menuju kesana, kita harus memiliki bekal informasi dan ilmu yang cukup agar tidak tersesat di dunia dan bisa langsung menuju tujuan. Walau tidak dipungkiri, butuh perjuangan dan proses juga untuk menuju tempat tujuan. Gunakan akal, pikiran, mata, telinga untuk menggenapkan informasi.


Selamat berbahagia sahabat, sudah tersenyum pagi ini, sedekah pagi dan Alkahfi serta sholawat ?


Jumat berkah


@popiesusanty

Studi di Luar Negeri

Exzellenz Institut 

Serasa bertambah energi muda...berjumpa dengan anak-anak muda penerus perjuangan bangsa.

Walau di awal saat memperkenalkan diri...saya adalah Ibu....tapi mereka tetep manggil saya "kakak". Jadi tambah semangat berbagi ya kan.

Serasa di sudut sana.....ada anak-anak kandung. Alhamdulillaah mengobati rindu. Seolah sedang diskusi dan berkomunikasi dengan mereka di pondok. Kalian pun walau bukan anak biologis tapi anak yang perlu didampingi.

Bertaburanlah di muka bumi Allah yang luas. Cari ilmu di Negara Turki, Negara Jerman dan Perancis. Kalian harus menjadi generasi hebat menyongsong Bonus Demografi.

Info lanjut kuliah di luar negeri bisa hubungi saya yaaa

Konsultan pendidikan luar negeri
Turki, Jerman dan Perancis

Popie Susanty
Exzellenz Institut wilayah Aceh dan Sumatera Utara

Mengolah Rasa

 Empat Anak Sekolah di Pondok....Bagaimana Rasanya ?


Popie Susanty


Nikmat sekali

Indah rasanya

Bahagia

Haru

Bercampur semua rasa....rasa yang sering kali datang meluluhlantakan jiwa. Rasa yang mampu membobol pertahanan air mata.


Satu di pondok...masih ada 3

Dua di pondok...masih ada 2

Tiga di pondok...masih ada 1

Empat di pondok....tak bersisa lagi


Sungguh berat sangat berat di awal. Satu hari terasa sangat lama. Satu pekan makin tersiksa jiwa. Melihat kamar yang kosong. Mencium aroma bajunya, kaosnya, mukenanya, spreinya, bantal gulingnya.....ah rasa rindu menyesakkan dada. Seringkali lupa terucap, "Nak sini....makanan sudah siap."


Sering juga saat pulang ke rumah bawa makanan kesukaan anak-anak, sambil buka pintu dan ucap salam, "Nak...Ummi bawa es krim."...tak ada jawaban. Sepi.....


Malam mulai beranjak


Sepi.....

Sepi.....

Sepi.....


Terisak sendiri


Wahai diri, sabar yaa...anak-anak sedang berjuang. Kamu pun berjuang yaa. Ya....saya harus berjuang karena mereka pun sedang sama-sama berjuang. Mereka sedang mempersiapkan menjadi generasi penerus agama dan bangsa di masa depan. Mereka sedang menempah diri dengan berbagai ilmu. Mereka sedang menempuh hidup melawan semua kenyamanan. 


Berjuang melawan rindu...

Berjuang melawan rasa nyaman...

Berjuang melawan rasa hangat...


Dalam sujud panjang, dalam doa yang khusyu...semua rasa itu saya tumpahkan. "Duhai Allah Dzat Yang Menggenggam Hati...rindu ini saya mohon untuk di balas dengan cinta-Mu. Kuatkan hati saya. Kuatkan hati anak anak tercinta di tempat perjuangannya."


"Ikhlaskan lapangkan dada ini untuk bisa menjalani rasa sepi ini dengan basah mengingat-Mu. Dengan selalu menyebut-Mu."


"Sayangi, lindungi, cintai mereka dengan kasih sayang-Mu. Engkau sebaik-baiknya Penyayang, Pelindung, Pengasih."


Alhamdulillah dengan bergulirnya waktu,

Alhamdulillah dengan pertolongan Allah,

Semua hari akan kembali terbiasa dengan sepi.....


Alhamdulillaah sudah 100 hari terlewati... semoga Allah terus menguatkan.