Sabtu, 02 November 2013

Dicari...Sekolah yang Memanusiakan Anak....



Saat memutuskan memilih sebuah lembaga pendidikan formal untuk buah hati tercinta, orang tua telah memikirkan banyak hal.  Seperti kapan pendaftaran, berapa biaya masuk, berapa biaya per bulan, kurikulum apa yang diberikan kepada siswa, apakah ada persatuan orang tua dan murid (POMG) sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dan orang tua, apakaha disediakan catering, apakah ada jemputan, ekstrakurikuler apa yang disiapkan untuk mengoptimalkan bakat dan minat siswa, fasilitas apa saja di sekolah yang menunjang proses belajar mengajar siswa.

Tentu saja, hal di atas adalah yang dilakukan orang tua siswa yang mencari sekolah swasta yang sudah memiliki track record yang baik seperti full day school atau yang lagi booming sekolah islam terpadu.  Jangan dibayangkan berapa rupiah yang harus dikeluarkan orang tua.  Mulai tingkat taman kanak-kanak sampai tingkat lanjutan atas.  Biasanya hanya orang tua dari kalangan menengah ke atas yang melirik karena hanya dengan mempersiapkan sejumlah rupiah tertentu, orang tua sudah menerima hasil pendidikan sekolah pada anaknya.  Terutama pada kedua orang tua yang sama-sama bekerja pagi pulang sore sehingga memiliki waktu yang terbatas dalam mendampingi anak belajar.  Hanya dengan mengeluarkan rupiah yang cukup, orang tua bisa melihat anaknya pinta mengaji, membaca, berhitung, pendidikan agama yang bagus. Orang tua harus selalu mempersiapkan dana yang lebih karena biasanya sekolah swasta banyak sekali pungutan dengan rincian yang banyak sekali, tentu saja dengan alasan untuk memperlancar proses pendidikan siswa dan belajar mengajar.

Cukupkah itu ?
 
Anak tidak hanya membutuhkan pendidikan formal dari sekolah, anak juga membutuhkan kasih sayang dan perhatian kedua orang tuanya.  Pendampingan orang tua dan pendidikan yang selaras antara sekolah dan dirumah akan mensinergiskan serta memaksimalkan potensi anak baik secara lahiriah maupun batiniah.  Kebutuhan fisik dan kebutuhan rohani.
 
Bagaimana dengan keluarga menengah ke bawah ? Bukannya tidak mau menyekolahkan anak di sekolah swasta yang menawarkan banyak kegiatan, kurikulum, fasilitas yang baik tapi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saja sudah sulit.  Sekolah negeri menjadi pilihan terutama saat masuk sekolah dasar negeri.  Sekolah dasar negeri di Jawa Barat menggratiskan biaya masuk dan biaya sekolah. Tetapi dalam pelaksanaannya ada pungutan.  Seperti membayar uang lembar kerja siswa (LKS) di setiap mata pelajaran, membeli baju batik, membeli baju olah raga, bayar rekreasi dan lainnya.  Secara kualitas, pendidikan yang ditawarkan di sekolah dasar negeri pun bagus sesuai dengan standar pendidikan.  Hanya saja, jam yang diberikan kepada siswa salam proses belajar mengajar sangatlah minim.  Anak kelas 1 di SDN masuk jam 7.30 dan jam 9.30 sudah keluar. Jadi hanya dengan waktu 120 menit sehari anak belajar.  Sedangkan di SD swasta atau SDIT anak masuk jam 7.30 dan pulang jam 14.20.  Bisa dibayangkan materi yang diberikan di kedua sekolah tersebut.

Inilah tantangan bagi semua guru.  Apalagi pemerintah sudah memberikan sertifikasi pada guru-guru, seharusnya memberikan pendidikan, pengajaran, pendampingan terbaik untuk siswa.  Siswa bukan hanya menjadi objek pengajaran tetapi siswa adalah manusia miniatur yang siap menerima semua materi apa saja, sehingga pendampingan pengajaran yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan pengembangan otak serta fisik anak.  Secara fitrah, seorang anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian, bukan robot yang harus diberikan “file-file” yang kaku dan membosankan.  Sangat diperlukan kreatifitas guru terutama guru kelas 1 dan 2 karena masa transisi dari balita ke anak-anak. Masih perlu menyanyi, menggambar, bercerita, mendongeng terkadang senam dalam memberikan ilmu kepada mereka.

Sangat miris dan patut dipertanyakan bila orang tua menemukan sebuah sekolah yang mensyaratkan calon anak didiknya harus sudah bisa membaca, berhitung dan menulis saat masuk kelas 1 sekolah dasar. Hal ini mengakibatkan guru-guru di taman kanak-kanak “memaksa” anak-anak untuk membaca, berhitung, menulis.  Guru pendamping anak kelas 1 di sekolah dasar sudah dapat “jadi” sehingga tidak repot lagi mengajarkan membaca, menulis dan berhitung.

Pilihan ada di tangan Anda wahai Ayah dan Bunda….Cari sekolah yang memanusiakan anak sehingga anak tidak kehilangan masa kecilnya yang indah dan tidak akan pernah bisa terulang dan tergantikan oleh apapun dan kapanpun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar