Surat Seorang Pemuda
untuk Ayah Ibu
Ayah, Ibu….Ananda
sangat menyayangi Ayah dan Ibu. Ananda
sangat mencintai Ayah dan Ibu. Ananda sangat menghormati Ayah dan Ibu. Ananda selalu merindukan kehadiran Ayah dan
Ibu.
Selepas SMA Ananda
sudah meninggalkan Ayah dan Ibu, meninggalkan kampung halaman demi sebuah
cita-cita. Dengan bekal doa dan
keridhoan Ayah dan Ibu Ananda pergi dari rengkuhan hangat cinta dan sayang Ayah
Ibu. Walau kesedihan menggelayuti hati Ananda karena
harus tinggal jauh dari Ayah Ibu, Ananda menyembunyikan semua kepedihan
itu. Ananda hanya ingin mewujudkan
cita-cita dan harapan Ayah Ibu.
Cita-cita untuk meraih masa depan yang lebih baik, merubah nasib keluarga,
menggapai mimpi, mencari sebagian ilmu Allah di Kota Hujan.
Tujuh tahun telah
berlalu. Tujuh tahun Ananda berjuang
hidup sendiri, hidup mandiri tanpa ada Ayah Ibu dalam keseharian fisik Ananda
tapi Ayah Ibu selalu hadir dalam hati dan pikiran Ananda. Setiap saat, setiap waktu Ananda berdoa
kepada Allah SWT agar Ayah Ibu selalu ada dalam lindungan-Nya, selalu sehat dan
selalu bahagia. Ananda belajar untuk
memahami kehidupan, belajar memahami arti sebagai seorang hamba dan seorang
manusia. Ananda berusaha untuk tidak
mengeluh setiap ujian dan cobaan yang melanda kehidupan Ananda selama jauh dari
Ayah Ibu. Ananda selalu memberitahukan
yang menyenangkan Ayah Ibu agar Ayah Ibu tenang di sana. Ananda berusaha menjadi mahasiswa yang baik
dengan terus belajar sehingga bisa selesai tepat waktu dan menjadi mahasiswa
yang bermanfaat untuk lingkungan Ananda.
Ananda belajar untuk hidup hemat dengan beasiswa yang didapat. Ananda belajar menabung agar kelak tidak
merepotkan Ayah Ibu.
Ayah Ibu…untuk
membahagiakan Ayah Ibu, Ananda berusaha
untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil seperti harapan dan impian Ayah Ibu
selama ini. Dan atas doa yang selalu
Ayah Ibu lantunkan, Ananda lolos di sebuah departemen. Ananda sangat bahagia melihat Ayah Ibu saat
Ananda utarakan bahwa Ananda berhasil menjadi seorang PNS. Walau Ananda belum
tahu seperti apa lingkungan kerja seorang PNS tapi Ananda berusaha untuk
menjadi pegawai yang baik.
Ayah Ibu…setelah
beberapa tahun Ananda menjadi seorang PNS, Ananda merasa kesepian di sini,
kesepian di kota ini tanpa ada sanak dan saudara. Ananda sudah dewasa sekarang. Ananda membutuhkan seorang pendamping
hidup. Ananda butuh seseorang untuk berbagi
cerita, seseorang yang memahami Ananda, seseorang yang bisa mendampingi Ananda
saat suka dan duka, seseorang yang memperhatikan dan mengurus Ananda. Ananda sangat bahagia memiliki Ayah Ibu yang
selalu menyayangi dan memperhatikan Ananda.
Ananda ingin menikah…..Ananda mengharapkan Ayah Ibu memahami kondisi
jiwa psikologis Ananda sekarang. Dengan
beratnya beban kerja di kantor, beratnya godaan syahwat di lingkungan tempat
bekerja, kesepian yang Ananda rasakan, Ananda rasa Ananda sudah cukup waktunya
untuk menikah.
Ayah Ibu….Mohon doa
yang terbaik untuk kelak calon istri Ananda.
Mohon saran dan masukan Ayah Ibu seperti apa kelak calon menantu yang
diharapkan mendampingi Ananda. Ananda
hanya menginginkan seorang pendamping yang sholehah, bagus agamanya, berasal
dari keluarga yang baik, berpendidikan cukup sehingga bisa mendidik anak-anak
kami kelak dengan baik dan wajahnya selalu menyenangkan Ananda. Terlepas ia dari suku apapun asal ia
menyayangi Ananda, menerima Ananda dengan segala kekurangan Ananda, memberikan
kebagiaan pada Ananda dan selalu menjadi istri yang terbaik untuk Ananda.
Ayah Ibu…. InsyaAllah
setelah Ananda menikah, Ananda tidak akan melupakan kewajiban Ananda terhadap
Ayah Ibu dan terutama bakti untuk Ibu selama hidup Ananda.
Ananda akan
mengusahakan pulang dalam waktu dekat.
Ananda ingin memeluk Ayah Ibu.
Ananda ingin bersimpuh di kaki Ayah Ibu dan minta doa untuk kebaikan
kehidupan Ananda. Mohon maaf lahir dan
batin bila selama ini Ananda selalu merepotkan dan menyusahkan Ayah Ibu. Semoga kita akan segera bertemu dan berkumpul
lagi.
Ananda,
Yang selalu merindukan
dan mencintai Ayah Ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar