Selamat Untuk Tim U-19
Garuda Muda
Walau bukan penggemar
nonton bola, saya dan anak-anak meluangkan waktu untuk menonton pertandingan
antara tim U-19 dengan Korea tadi malam.
Sungguh prestasi yang
membanggakan bagi bangsa Indonesia, tim U-19 lolos ke final di tahun 2014.
Evan Dimas, sang
kapten, perkasa dan membuktikan kemampuannya menjebol pertahanan Korea 3 kali
tendangan yang keras.
“Seru yaa
pertandingannya Buu, tapi sayang gak ada Irfan Bachdim dan Gonzales,” seru anak
laki-laki saya. Selama ini ia hanya
mengenal pemain timnas senior yang kini sudah masuk ke persebelasan.
“Masih muda tapi bagus
ya main bolanya.”
“Hebat ya masih
semangat main walau hujan deras dan lapangan tergenang air. Kok aneh ya, lapangan bola kok bisa tergenang
air kayak di jalan, malu di lihat negara lain.”
Komentar-komentar kecil
dari anak-anak mengiringi pertandingan bola.
Sujud syukur dilakukan oleh seluruh pemain saat pertandingan selesai,
sebagai bukti terima kasih atas segala kemudahan yang diberikan Allah SWT selama
pertandinga berlangsung.
Presiden SBY langsung
memberikan ucapan selamat kepada tim garuda muda. Semoga tidak hanya ucapan selamat semata
tetapi semua pemain diberikan perhatian terutama pendidikan formalnya,
pendidikan rohani dan keterampilan lain agar memiliki keahlian lain selain
menggiring bola sebagai bekal kelak di masa depannya. Sudah menjadi rahasia umum bila mantan atlet
di Indonesia, kehidupannya sangat memperihatinkan bahkan rela melelang piala
dan medali yang diperoleh saat jaya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari
keluarganya’
Pembinaan fisik sangat
bagus diberikan secara intensif oleh tim pelatih tetapi harus diiringi oleh
pembinaan rohani yang kuat sehingga jargon “Mensana in corporasano” melekat di
semua atlet Indonesia. Semoga tidak terulang
kasus atlet yang menkonsumsi barang dan obat terlarang. Jangan sampai secara fisik badannya sehat
tetapi mentalnya “sakit dan cacat”
Maju jayalah olah raga
dan atlet Indonesia.
Bravo Indonesiaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar