Ketika mendengar kabar
seorang sahabat lama yang suaminya menikah lagi, apa reaksimu?
Kalau saya yang
mendengarnya, reaksi pertama adalah saya akan menarik nafas panjang. Kemudian akan membayangkan bagaimana dulu
saat masih tinggal berdekatan, mengingat bagaimana kehidupan di awal rumah
tangga yang masih kesulitan, saat memiliki anak pertama, kedua, pindah antara
kontrakan satu dengan kontrakan lain yang pada akhirnya bisa mendapatkan rumah
pribadi walau dengan fasilitas KPR yang tergolong sangat sederhana. Mengingat bagaimana komunikasi antara ia
dengan suaminya, dengan anak-anak, dengan keluarga, dengan sahabat dan dengan
tetangga.
Rasanya semua sepakat
kalau rumah tangga sahabat saya adalah rumah tangga terbaik. Rumah tangga yang dapat dijadikan contoh suri
tauladan semua rumah tangga. Sebagai
seorang istri, sahabat saya adalah istri terbaik, ibu terbaik, menantu terbaik,
sahabat terbaik dan tetangga terbaik. Kesantunan, keramahan, kerendahan hati,
kesopananan, kesederhaaan semuanya menjadi contoh bagi saya dan teman-teman
yang lain. Suaminya adalah suami terbaik
untuk sahabat saya, ayah terbaik untuk anak-anaknya. Keramahan, kegigihan, ulet, kerja keras,
berwibawa, sholeh adalah cap yang sudah melekat.
Tapi kini……
Sang suami menikah
lagi. Menikah dengan perempuan lain yang
usianya lebih muda.
Saya membayangkan, apa
yang terjadi di kedalaman hati sahabat saya.
Sedih pasti, kecewa pasti. Tapi
saya yakin ia sangat kuat dan sabar dalam menjalani kehidupannya sekarang. Tidak semata-mata Allah memberikan cobaan
kecuali sesuai dengan kemampuan sahabat saya untuk menghadapinya.
Memelukmu dengan erat
mungkin itulah cara saya untuk menyelami apa yang ia rasakan sekarang. Tanpa banyak bicara pun, saya memahami apa
yang sedang engkau jalani.
Sabarlah wahai sahabat,
pahala besar menantimu bila engkau ikhlas menerima dengan lapang hati terhadap
semua takdir Allah untukmu.
Sampaikan salam dan
pelukanku sama anak-anak tercinta, semoga kelak ia akan memahami apa yang
terjadi di rumah tanggamu.
Engkau selalu menjadi
suri tauladanku dalam berumah tangga, menjadi inspirasi membangun keluarga yang
akan menghantarkan kepada keridhoan Allah.
Tetaplah tersenyum
wahai saudaraku. Saya akan selalu menyelipkan doa untuk rumah tanggamu dan
hatimu. InsyaAllah suatu saat kita akan
berjumpa lagi.
Semoga ketegaranmu
menjadi kekuatan saya untuk lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan berumah
tangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar