Senin, 14 Oktober 2013

Semoga Kesabaran Menyertaimu Sahabat



Ketika mendengar kabar seorang sahabat lama yang suaminya menikah lagi, apa reaksimu?
Kalau saya yang mendengarnya, reaksi pertama adalah saya akan menarik nafas panjang.  Kemudian akan membayangkan bagaimana dulu saat masih tinggal berdekatan, mengingat bagaimana kehidupan di awal rumah tangga yang masih kesulitan, saat memiliki anak pertama, kedua, pindah antara kontrakan satu dengan kontrakan lain yang pada akhirnya bisa mendapatkan rumah pribadi walau dengan fasilitas KPR yang tergolong sangat sederhana.  Mengingat bagaimana komunikasi antara ia dengan suaminya, dengan anak-anak, dengan keluarga, dengan sahabat dan dengan tetangga.
Rasanya semua sepakat kalau rumah tangga sahabat saya adalah rumah tangga terbaik.  Rumah tangga yang dapat dijadikan contoh suri tauladan semua rumah tangga.  Sebagai seorang istri, sahabat saya adalah istri terbaik, ibu terbaik, menantu terbaik, sahabat terbaik dan tetangga terbaik. Kesantunan, keramahan, kerendahan hati, kesopananan, kesederhaaan semuanya menjadi contoh bagi saya dan teman-teman yang lain.  Suaminya adalah suami terbaik untuk sahabat saya, ayah terbaik untuk anak-anaknya.  Keramahan, kegigihan, ulet, kerja keras, berwibawa, sholeh adalah cap yang sudah melekat.
Tapi kini……
Sang suami menikah lagi.  Menikah dengan perempuan lain yang usianya lebih muda. 
Saya membayangkan, apa yang terjadi di kedalaman hati sahabat saya.  Sedih pasti, kecewa pasti.  Tapi saya yakin ia sangat kuat dan sabar dalam menjalani kehidupannya sekarang.  Tidak semata-mata Allah memberikan cobaan kecuali sesuai dengan kemampuan sahabat saya untuk menghadapinya.
Memelukmu dengan erat mungkin itulah cara saya untuk menyelami apa yang ia rasakan sekarang.  Tanpa banyak bicara pun, saya memahami apa yang sedang engkau jalani.
Sabarlah wahai sahabat, pahala besar menantimu bila engkau ikhlas menerima dengan lapang hati terhadap semua takdir Allah untukmu.
Sampaikan salam dan pelukanku sama anak-anak tercinta, semoga kelak ia akan memahami apa yang terjadi di rumah tanggamu.
Engkau selalu menjadi suri tauladanku dalam berumah tangga, menjadi inspirasi membangun keluarga yang akan menghantarkan kepada keridhoan Allah.
Tetaplah tersenyum wahai saudaraku. Saya akan selalu menyelipkan doa untuk rumah tanggamu dan hatimu.  InsyaAllah suatu saat kita akan berjumpa lagi.
Semoga ketegaranmu menjadi kekuatan saya untuk lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar