Minggu, 20 Mei 2012

Kala Perpustakaan Berubah Fungsi

Sebagai mahasiswa, salah satu kegiatan rutin saya adalah mengunjungi perpustakaan. Perpustakaan biasanya saya datangi sebagai tempat mencari buku sesuai keperluan, tempat membaca buku dan literatur atau sekedar mengerjakan tugas karena suasananya sepi sehingga mudah dalam mengembangkan ide.
Sebuah kejadian unik terjadi saat saya di perpustakaan. Lima mahasiswa, sepertinya mahasiswa strata satu, di depan tumpukan buku, berfose layaknya seorang model. Dengan memakai kamera di telepon genggam, dengan menggunakan notebook saling bergantian memoto dengan berbagai gaya. Mengumbar senyum, berlenggak lenggok dengan berbagai gaya.
Saya hanya senyum-senyum saja melihat tingkah laku mereka. Mungkin inilah yang bisa dilakukan mahasiswa disela mengerjakan tugas agar beban yang sedang dihadapi sedikit berkurang. Melepaskan syaraf ketegangan karena dikejar deadline tugas dan paper. Atau hanya sekedar berbagi dengan temannya dan keluarganya di kampung. Suatu aktifitas yang boleh dilakukan tapi tempatnya sungguh tidak tepat karena mengganggu sesama pengunjung perpustakaan.
Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.
Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.
Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.
Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar