Tepat
jam 07.15 Commuter yang menuju ke arah Cawang meninggalkan kota Bogor.
Sekitar jam 8.30 sampai di stasiun Cawang, kami langsung mencari halte
Busway ke arah Gedung SMESCO. Ini adalah kali pertama saya
naik Transjakarta. Setelah membayar uang karcis sebesar Rp 3500, kami
harus menunggu dan berdesakan sambil menatap ke arah datangnya bis. Tiga bis sudah melewati halte tetapi kami masih juga belum terangkut. Akhirnya bis keempat tiba dan membawa kami tepat di depan halte Pancoran Barat.
Jam 9.15 kami masuk ke Gedung SMESCO. Antrian registrasi sangat panjang. Menurut panitia, peserta yang datang sekitar 2000 orang yang datang dari Jabodetabek dan daerah Sukabumi. Setelah
bersusah payah mengambil tiket tanda masuk dan mendapat goodybag yang
berisi buku parenting, majalah dan berbagai macam brosur, kami masuk ke
ruang Convention Hall yang sangat besar dan acara pembukaan sudah
dimulai.
Acara pembukaan dipandu oleh Daan P-Project dan rekan. Acara
dimulai dengan menampilkan sekilas film yang berjudul “Ambilkan
Bintang”, film kerjasama antara MIZAN dan BNI Syariah yang akan diputar
serentak saat liburan sekolah tiba, tanggal 28 Juni 2012. Acara
dilanjutkan dengan kata sambutan dari Direktur MIZAN, Direktur BNI
Syariah, Inggrid Kansil anggota dewan komisi 8 DPR RI serta
penandatanganan kerja sama antara MIZAN dan BNI Syariah. Acara pembukaan diisi oleh pentas dari anak-anak Lazuardi School, penyanyi anak Gita dan group nasyid.
Seminar pendidikan dimulai tepat pukul 11.00. Moderator seminar adalah Shahnaz Haque, seorang selebriti yang juga pemerhati pendidikan keluarga. Acara semakin hangat saat Shahnaz turun ke peserta dan mengajak berdialog dengan peserta.
“Selamat siang Ibu dan Bapak Guru, saya melihat banyak ahli Syurga disini”
Spontan peserta menjawab, “Aamiin” diiringi dengan tepuk tangan dan kilatan foto dari peserta yang ingin memoto sang moderator.
Dialog
dilanjutkan dengan mengajak dua narasumber ke atas panggung dan Ibu
Dewi mulai memberikan materi manfaat Hypnoparenting pada peserta. Para peserta diminta berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan, lalu masing-masing saling menarik. Ibu Dewi meminta peserta menggambar lingkaran dari ukuran kecil sampai besar bergantian kanan kiri kemudian dua-duanya. Suasana riuh rendah diruangan seminar. Setelah
peserta duduk ditempat masing-masing, Ibu Dewi menjelaskan bahwa
kegiatan tadi dimaksudkan untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri agar
siap untuk mengikuti seminar dengan baik. Ibu Dewi memberikan tips bagaimana mengatasi anak-anak yang sering dianggap nakal, bodoh, agresif dan malas belajar. Salah
satunya dengan rutin mengusap punggung anak sebanyak 15 kali saat
bangun tidur, saat anak main atau belajar dan saat mau tidur malam. Disitulah
waktu yang tepat untuk memberikan kata-kata sugesti yang positif,
seperti “Nisa dokter mama yang sholehah dan pintar, jadilah anak yang
baik dan sayang sama adik”. Sugesti positif yang dilakukan
terus menerus akan menjadikan anak lebih tenang dan bahagia yang akan
menyebabkan orang tuanya juga bahagia. Diperagakan juga
oleh salah seorang peserta yang mengalami fobia terhadap kucing,
bagaimana hipnotheraphy bisa menyembuhkan fobia ini.
Puncak seminar menghadirkan Pak Munif Chatib. Beliau menerangkan bahwa semua anak adalah juara dan memiliki ciri khas yang unik. Kewajiban
orang tuanya adalah bagaimana menggali potensi yang domiliki anak dan
memaksimalkan potensinya agar anak menjadi bahagia dalam menjalani
kehidupannya. Pak Munif banyak bercerita tentang teman-temannya yang memiliki kesulitan dalam menghadapi anak-anaknya. Seorang
bapak kehilangan waktu bermain dengan anaknya saat ia pulang bekerja
gara-gara anaknya sibuk mengerjakan pr dari sekolahnya, sehingga bapak
ini merasa sekolah sudah merebut waktunya bersama anak-anak dirumah. Bapak
yang lain merasa pusing melihat kelakuan anak-anaknya saat ia pulang
bekerja. Anak yang satu minta digendong, anak yang kedua naik
dipunggungnya dan anak ketiga mau naik di atas kepalanya. Melihat apapun
fenomena di rumah, pak munif mengajak para orang tua melihat dari sisi
kepentingan anak. Mungkin ketiga anak ini merasa rindu
ditinggal ayahnya seharian sehingga pas ayahnya datang, diserbu dengan
luar biasa. Tinggalkan kepenatan dan keletihan di kantor saat berada di
rumah. Jadilah ayah yang utuh dan jangan jadi ayah yang ke
rumah dengan membawa beban kantor sehingga hilang kesempatan emas
bersama anak.
Semoga materi seminar ini menjadi bekal yang penting untuk para guru
agar mendidik anak sesuai dengan potensi anak sehingga bisa melahirkan
generasi bangsa yang pintar dan berakhlak mulia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar