Minggu, 13 Mei 2012

Menjadi Manusia Juara dan Bahagia

SharMatahari masih enggan beranjak dari peraduannya. Kabut tipis menyelimuti jalan. Jam masih menunjukkan 5.35. Dengan tergegas kumelangkahkan kaki menuju jalan raya menyambut angkutan yang menuju ke arah stasiun kota Bogor. Hari ini dengan dua rekan sesama pendidik akan mengikuti acara Seminar Pendidikan dengan tema Menjadi Manusia Juara dan Bahagia, dengan pembicara Pak Munif Chatib seorang pakar Multiple Intelligences dan Ibu Dewi Yogo Pratomo seorang Ketua Hypnotherapis Indonesia Sehati. Acara ini bertempat di Convention Hall, Gedung SMESCO Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.
Tepat jam 07.15 Commuter yang menuju ke arah Cawang meninggalkan kota Bogor. Sekitar jam 8.30 sampai di stasiun Cawang, kami langsung mencari halte Busway ke arah Gedung SMESCO. Ini adalah kali pertama saya naik Transjakarta. Setelah membayar uang karcis sebesar Rp 3500, kami harus menunggu dan berdesakan sambil menatap ke arah datangnya bis. Tiga bis sudah melewati halte tetapi kami masih juga belum terangkut. Akhirnya bis keempat tiba dan membawa kami tepat di depan halte Pancoran Barat.
Jam 9.15 kami masuk ke Gedung SMESCO. Antrian registrasi sangat panjang. Menurut panitia, peserta yang datang sekitar 2000 orang yang datang dari Jabodetabek dan daerah Sukabumi. Setelah bersusah payah mengambil tiket tanda masuk dan mendapat goodybag yang berisi buku parenting, majalah dan berbagai macam brosur, kami masuk ke ruang Convention Hall yang sangat besar dan acara pembukaan sudah dimulai.
Acara pembukaan dipandu oleh Daan P-Project dan rekan. Acara dimulai dengan menampilkan sekilas film yang berjudul “Ambilkan Bintang”, film kerjasama antara MIZAN dan BNI Syariah yang akan diputar serentak saat liburan sekolah tiba, tanggal 28 Juni 2012. Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Direktur MIZAN, Direktur BNI Syariah, Inggrid Kansil anggota dewan komisi 8 DPR RI serta penandatanganan kerja sama antara MIZAN dan BNI Syariah. Acara pembukaan diisi oleh pentas dari anak-anak Lazuardi School, penyanyi anak Gita dan group nasyid.
Seminar pendidikan dimulai tepat pukul 11.00. Moderator seminar adalah Shahnaz Haque, seorang selebriti yang juga pemerhati pendidikan keluarga. Acara semakin hangat saat Shahnaz turun ke peserta dan mengajak berdialog dengan peserta.
“Selamat siang Ibu dan Bapak Guru, saya melihat banyak ahli Syurga disini”
Spontan peserta menjawab, “Aamiin” diiringi dengan tepuk tangan dan kilatan foto dari peserta yang ingin memoto sang moderator.
Dialog dilanjutkan dengan mengajak dua narasumber ke atas panggung dan Ibu Dewi mulai memberikan materi manfaat Hypnoparenting pada peserta. Para peserta diminta berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan, lalu masing-masing saling menarik. Ibu Dewi meminta peserta menggambar lingkaran dari ukuran kecil sampai besar bergantian kanan kiri kemudian dua-duanya. Suasana riuh rendah diruangan seminar. Setelah peserta duduk ditempat masing-masing, Ibu Dewi menjelaskan bahwa kegiatan tadi dimaksudkan untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri agar siap untuk mengikuti seminar dengan baik. Ibu Dewi memberikan tips bagaimana mengatasi anak-anak yang sering dianggap nakal, bodoh, agresif dan malas belajar. Salah satunya dengan rutin mengusap punggung anak sebanyak 15 kali saat bangun tidur, saat anak main atau belajar dan saat mau tidur malam. Disitulah waktu yang tepat untuk memberikan kata-kata sugesti yang positif, seperti “Nisa dokter mama yang sholehah dan pintar, jadilah anak yang baik dan sayang sama adik”. Sugesti positif yang dilakukan terus menerus akan menjadikan anak lebih tenang dan bahagia yang akan menyebabkan orang tuanya juga bahagia. Diperagakan juga oleh salah seorang peserta yang mengalami fobia terhadap kucing, bagaimana hipnotheraphy bisa menyembuhkan fobia ini.
Puncak seminar menghadirkan Pak Munif Chatib. Beliau menerangkan bahwa semua anak adalah juara dan memiliki ciri khas yang unik. Kewajiban orang tuanya adalah bagaimana menggali potensi yang domiliki anak dan memaksimalkan potensinya agar anak menjadi bahagia dalam menjalani kehidupannya. Pak Munif banyak bercerita tentang teman-temannya yang memiliki kesulitan dalam menghadapi anak-anaknya. Seorang bapak kehilangan waktu bermain dengan anaknya saat ia pulang bekerja gara-gara anaknya sibuk mengerjakan pr dari sekolahnya, sehingga bapak ini merasa sekolah sudah merebut waktunya bersama anak-anak dirumah. Bapak yang lain merasa pusing melihat kelakuan anak-anaknya saat ia pulang bekerja. Anak yang satu minta digendong, anak yang kedua naik dipunggungnya dan anak ketiga mau naik di atas kepalanya. Melihat apapun fenomena di rumah, pak munif mengajak para orang tua melihat dari sisi kepentingan anak. Mungkin ketiga anak ini merasa rindu ditinggal ayahnya seharian sehingga pas ayahnya datang, diserbu dengan luar biasa. Tinggalkan kepenatan dan keletihan di kantor saat berada di rumah. Jadilah ayah yang utuh dan jangan jadi ayah yang ke rumah dengan membawa beban kantor sehingga hilang kesempatan emas bersama anak.
Semoga materi seminar ini menjadi bekal yang penting untuk para guru agar mendidik anak sesuai dengan potensi anak sehingga bisa melahirkan generasi bangsa yang pintar dan berakhlak mulia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar