“Ayah, kapan berangkat ke Kalimantan?”
“InsyaAllah minggu depan, Nak”
“Ayah jangan lupa kalau pulang beli oleh-oleh, ya. Kalau tidak ada, beli makanan saja. Kalau tidak ada makanan, gak apa-apa gak usah bawa oleh-oleh”
“InsyaAllah Ayah belikan oleh-oleh ya. Abang doakan ayah ya, agar ayah sehat dan selamat sampai pulang ke rumah”
Dialog ini terus berulang antara putra pertama kami, Faruq dengan ayahnya, saat ayahnya mau berangkat ke luar kota. Dialog ini memiliki pola yang sama. Ada satu hal menarik yang dapat saya ceritakan dari dialog di atas. Faruq memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap kegiatan ayahnya terutama saat ayahnya mau pergi keluar kota. Faruq
memberikan sebuah permintaan pada ayahnya. Tetapi permintaannya ia
turunkan satu tahap dari meminta hal yang tinggi, turun ke permintaan
yang sedang sampai pada tahap ia tidak meminta apa pun kalau
permintaannya tidak ada.
Faruq
memiliki tingkat kecerdasan empati yang sangat jarang dimiliki oleh
anak usia lima tahun. Kesadaran empati faruq bisa dilihat dari ucapan
permintaan oleh-oleh yang ia harapkan. Tetapi ia menyadari
saat permintaannya tidak bisa terpenuhi ia meminta hal lain yang
sekiranya dapat terpenuhi dan akhirnya ia menyadari bila semua
permintaannya tidak biasa terpenuhi, ia tidak menginginkan apa-apa dari
ayahnya.
Sebagai
orang terkadang sering menyikapi permintaan anak dengan kurang
bijaksana tanpa mendengar alasan mengapa ia meminta sesuatu. Apakah
karena orang tua kurang memiliki kedekatan secara emosional terhadap
anak ataukah kurang memiliki strategi untuk mempengaruhi anak. Sesungguhnya
bila orang tua memberikan strategi komunikasi pada anak dengan cara
mendengar dan berdialog, orangtua dan anak akan menemukan sebuah pola
komunikasi yang unik saat anak mengajukan sebuah permintaan. Tarik
ulur pertanyaan dan permintaan akan menggali konsep anak dalam
mengajukan sebuah permintaan sehingga hal ini akan member dampak positif
pada anak di masa depan. Ia akan terampil dalam
mengemukakan pendapat, akan pandai berdiplomasi dan akan bisa
mempertahankan argumen atau alasan permintaan yang ia ajukan.
Perlu
latihan dan latihan dalam upaya menggali kemampuan dasar anak sehingga
akan menjadi bekal terbaiknya di masa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar