Senin, 09 April 2012

Cintai Produk Indonesia Yuuuk

Tidak ada manusia yang tidak tergantung dengan manusia lain. Manusia sebagai makhluk sosial pasti memerlukan orang lain dalam keberlangsungan kehidupannya. Begitu juga suatu negara, pasti memerlukan negara lain dalam melaksanakan kehidupan bernegara.
Ketergantungan negara berkembang kepada negara maju adalah sebuah keniscayaan. Menurut teori ketergantungan, negara berkembang yang ingin meningkatkan status negaranya menjadi negara maju harus mengikuti langkah-langkah yang dialami negara maju sebelum menjadi negara maju.
Indonesia sebagai negara berkembang tidak lepas dari pengaruh negara maju dalam menjalankan system pemerintahan. Ketergantungan Indonesia terhadapAmerika Serikat terlihat mulai tahun 1967 saat Freeport McMoran Copper&Gold Inc mulai menjalankan operasinya di Irian Jaya. Tambang pertama yang di eksplorasi adalah tambang Ertsberg. Kemajuan teknologi dan sumber daya manusia di bidang pertambangan yang dimiliki Amerika membuat pemerintah tunduk pada persyaratan yang ditawarkan pemerintah Amerika tentang pengelolaan tambang emas di bumi Papua. Selama tahun 2012, Indonesia mendapatkan pembagian hasil sebesar 1,922 miliar Dolar AS. Hal ini tidak sebanding dengan pendapatan yang masuk ke kantong Amerika. Pemasukan ke kas negara Indonesia sangat kecil disbanding kerusakan lingkungan yang terjadi di Papua. Menurut laporan bahwa limbah yang dihasilkan PT Freeport luasnya mencapai seluruh kota Jakarta, Bekasi dan Depok.
Pemerintah seharusnya memiliki bargaining position yang kuat terhadap negara maju yang mengeksploitasi kekayaaan bumi Indonesia. Kita memiliki kekayaan alam yang besar, sumber daya manusia yang banyak yang sepatutnya menjadikan modal utama negara kita agar menjadi negara yang tidak tergantung pada negara maju. Optimalisasi dua kekuatan sumber daya ini akan merubah posisi Indonesia bukan lagi menjadi negara pengekspor bahan mentah tetapi mengekspor bahan jadi sehingga pemasukan kas negara untuk pembiayaan pemerintahan sangat mencukupi.
Pertanyaan, apakah pemerintahan kita sekarang memiliki rasa percaya diri akan kemampuan domestik? Pemerintahan kita memiliki harga diri yang tinggi dihadapan negara lain? Apakah posisi pemerintahan hanya menjadi boneka negara maju? Yang memiliki akses ke pemerintahanlah yang bisa menikmati “kue pembangunan” dan kesejahteraan. Masa bodoh dengan kesengsaraan rakyat, peduli amat dengan rakyat yang menderita. Pemerintahan yang berhati nurani, yang mengedepankan kesejahteraan rakyat, yang tidak mendekati rakyat menjelang pemilu, pemerintahan yang sangat peka dengan yang dirasakan rakyatlah yang diharapkan rakyat untuk memimpin Indonesia.
Mulailah dari hal yang kecil dan mulai dari diri kita, keluarga kita untuk mencintai produk Indonesia. Siapa lagi yang akan mencintai Indonesia kalau bukan kita sendiri. Mulailah memakan buah lokal, walau rasa jeruknya agak asam tapi asli jeruk Brastagi, jeruk Pontianak, jeruk Garut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar