Bila Anda ingin mengetahui karakter suatu masyarakat di suatu bangsa, sangatlah mudah. Coba perhatikan tontonan apa yang menjadi favorit, bacaan apa yang sering dibaca, media apa yang digunakan untuk menambah dan pengetahuannya.
Menurut James Curran dan Michael Gurevitch dalam bukunya Media and Society, ada tiga revolusi dalam komunikasi. Yang pertama, media adalah sangat besar pengaruhnya pada masyarakat. Yang kedua media merupaka cerminan dari keadaan masyarakat. Yang ketiga, media hadir sebagai refleksi dan efek permintaan masyarakat.
Masyarakat Indonesia, khususnya kaum wanita sangat menyukai tayangan sinetron dan infotainment. Tayangan
sinetron yang menggambarkan kekayaan, kemewahan, sarana yang serba
mudah menjadi tontonan populer di kalanga masyarakat menengah ke bawah. menonton sinetron sepertinya menjadi obat atas kesengsaraan, kesulitan yang dialami dalam kehidupan nyata penonton. Sejenak
terlupakan masalah mahalnya beras, melambungnya harga susu, sulitnya
mendapatkan pekerjaan, pusing mencari pekerjaan baru setelah di PHK,
sulitnya mencari lapangan pekerjaan, deritanya seolah lenyap sesaat kala
sinetron membuai pikiran dan angannya.
Bagi
penonton remaja, sinetron menjadikan pusat mode terkini, gaya hidup
yang semakin metropolis, pergaulan bebas yang tidak lagi mengenal norma
dan nilai timur, asesoris teknologi yang begitu hebat. Pemeran sinetron menjadi rujukan trendsetter anak remaja. Ya
bila orang tuanya mampu untuk membelikan apa yang remaja minta, bila
tidak diimbangi keimanan yang kuat, remaja akan terjerumus melakukan
perbuatan tidak pantas untuk sekedar melampiaskan keinginan untuk
disebut remaja gaul di mata teman-temannya.
Disinilah
peran semua pihak agar moral anak bangsa, moral masyarakat pada umumnya
tidak menjadi berubah ke arah yang lebih negatif akibat banyaknya
tayangan yang kurang bertanggung jawab terhadap kerusakan moral remaja
dan angan-angan tinggi bagi masyarakat yang menginginkan kesejahteraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar