Suatu hari anak saya yang berusia 10 menanyakan bagaimana membuat akun facebook. Pertanyaan yang mungkin diterima oleh semua orang tua dari anak yang mulai menginjak usia remaja. Saya mengajaknya melihat akun facebook saya, yang selama ini produktif untuk sarana berjualan. Saya
terangkan manfaat akun facebook, diantaranya mencari teman yag sudah
lama tidak bertemu, menjalin silaturahim dan mencari teman baru atau
saya istilahkan jejaring sosial layaknya sarang laba-laba dalam dunia
maya.
Saya pastikan setiap orang yang memiliki telepon genggam memiliki akun facebook. Kemudahan yang ditawarkan saat membuat akun ini, menjadikan setiap orang mudah membuat akun facebook pribadi.
Mengutip
laporan dari Check Facebook, pada 9 November 2009, Amerika Serikat,
Inggris, Turki, Perancis, Kanada, Italia, Indonesia, Spanyol, Australia,
dan Filipina menempati urutan negara-negara yang memiliki
pengguna Facebook terbanyak. Indonesia sendiri bertengger di urutan
ke-7, dengan jumlah pengguna 11.759.980 atau mendekati angka 12 juta
orang. Sebanyak 47,04%-nya merupakan pengguna aktif. Situs tersebut
juga melansir pertumbuhan pengguna Facebook di Indonesia yang mencapai
6,84%, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penambahan jumlah user tertinggi. Secara
keseluruhan jumlah pengguna situs yang dibidani oleh Mark Zuckerberg
sejak dua tahun lalu (2007) sudah menembus 325 juta orang. Banyak yang
tercengang akan besarnya jumlah pemilik akun Facebook di Tanah Air.
Angkanya tidak terpaut jauh dengan jumlah pengguna Facebook di
negara-negara seperti Italia, Perancis, Kanada, dan Australia. Padahal
infrastruktur dan kepemilikan teknologi secara individu di Indonesia tak
sebaik dan semasal dibandingkan negara-negara ekonomi maju. Sangat
mungkin pendapatan global Facebook akan semakin menggembung dengan
kontribusi signifikan dari kawasan Asia, khususnya Indonesia. Setidaknya
dari 40.04% atau kurang lebih 5 juta pengguna aktif dari total pemilik
akun Facebook di Indonesia akan menjadi target pasar bagi produk-produk
yang dipasarkan oleh individu, usaha kecil menengah, serta korporasi
dalam negeri.
Dalam sebuah survei dipaparkan tiga besar rentang umur para facebookers di Indonesia berturut-turut berada pada kisaran 18-24 tahun, 25-34 tahun, dan 14-17 tahun. Bila dilihat dari data tadi, sebagian besar pengguna Facebook memiliki tingkat konsumtif yang rendah karena banyak dari mereka masih berstatus pelajar atau belum berpenghasilan. Kegiatan mereka murni sekadar have fun, bila pun mereka sempat melihat iklan yang terpampang di halaman Facebooknya, kecil kemungkinan untuk mengetahuinya lebih lanjut. Akan tetapi, bukan berarti pula kategori umur tadi menjadi tidak potensial sama sekali. Di sinilah diperlukan ketajaman intuisi bisnis seorang pengiklan untuk melihat kebutuhan dan menangkap peluang pasar. Salah satu indikatornya adalah segmen umur.
Dalam sebuah survei dipaparkan tiga besar rentang umur para facebookers di Indonesia berturut-turut berada pada kisaran 18-24 tahun, 25-34 tahun, dan 14-17 tahun. Bila dilihat dari data tadi, sebagian besar pengguna Facebook memiliki tingkat konsumtif yang rendah karena banyak dari mereka masih berstatus pelajar atau belum berpenghasilan. Kegiatan mereka murni sekadar have fun, bila pun mereka sempat melihat iklan yang terpampang di halaman Facebooknya, kecil kemungkinan untuk mengetahuinya lebih lanjut. Akan tetapi, bukan berarti pula kategori umur tadi menjadi tidak potensial sama sekali. Di sinilah diperlukan ketajaman intuisi bisnis seorang pengiklan untuk melihat kebutuhan dan menangkap peluang pasar. Salah satu indikatornya adalah segmen umur.
Masyarakat
maya membangun dirinya dengan sepenuhnya mengandalkan interaksi sosial
dan proses sosial dalam kehidupan kelompok intra dan sesama anggota
masyarakat maya(cybercommunity). Kemajuan teknologi
manusia, khususnya teknologi informasi secara sadar membuka ruang
kehidupan manusia semakin luas, semakin tanpa batas dengan indikasi
manusia sebagai khalifah di planet bumi dan galaksinya. Kemajuan
teknologi mengubah dunia maya yang terdiri dari berbagai macam
gelombang magnetik dan gelombang radio, serta sifat kematerian yang
belum ditemukan manusia sebagai ruang kehidupan baru yang sangat
prospektif bagi aktiitas manusia yang memiliki nilai efisiensi yang
tinggi. Terlebih ketika akal manusia sebagai anugerah
tertinggi dari Allah SWT secara pasti dari waktu ke waktu dapat membuka
misteri pengetahuan, sehingga manusia dapat menikmati teknologi
informasi untuk kemaslahatan manusia itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar