Jumat, 13 April 2012

Pers Indonesia Kebablasan?

“Dalam era demokrasi dan keterbukaan media, pers Indonesia menduduki peringkat paling tinggi di Asia. Bahkan, di negara maju, seperti Amerika dan Australia dalam pemberitaan di media masih ada batas-batas tertentu. Dengan kebebasan pers, media, baik cetak maupun elektronik bisa menjaga nilai-nilai demokratis” Kalimat di atas adalah kutipan Menkominfo Tifatul Sembiring di Nusa Dua, Bali, hari Rabu tanggal 11 April 2012, seusai menghadiri acara Pembukaan ‘Publish Asia 2012’ yang digelar World Association of Newspaper and News Publishers (WANIFRA).
Sejak memasuki era reformasi, pers Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Saat ini pers Indonesia dinilai sebagai pers yang paling terbuka di Asia. Bisnis media di Indonesia membuka banyak peluang kerja bagi banyak pencari kerja. Media yang menjamur di Indonesia khususnya media cetak, memberikan pilihan kepada masyarakat untuk memilih media yag sesuai dengan kebutuhan informasi dan sesuai dengan kemudahan mendapatkan media. Hal ini membuat media cetak saling bersaing untuk menarik minat khalayak untuk menjadikan medianya sebagai media cetak rujukan atau referensi. Berbagai media cetak banyak yang memfokuskan memberitakan informasi khusus seperti majalah anak, majalah perempuan, majalah politik, majalah pertanian, majalah remaja, majalah laki-laki agar lebih memudahkan mencari khalayak yang sudah tersegmentasi dengan informasi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan kepentingan.
Fungsi media komunikasi yang berteknologi tinggi ialah sebagai berikut (Burgon & Huffner, 2002) :
1. Untuk penyebaran informasi/to information; dengan adanya media komunikasi terlebih yang hi-tech akan lebih membuat penyebaran informasi menjadi efisien. Efisiensi yang dimaksudkan di sini ialah penghematan dalam biaya, tenaga, pemikiran dan waktu. Misalnya, kita memberikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri atau Natal cukup melalui SMS, MMS, e-mail, mailist dan media canggih lainnya. Hal ini lebih disukai karena nilai praktisnya jika dibandingkan dengan mengirimkan kartu lebaran atau kartu Natal dengan waktu yang lebih lama.
2. Untuk Mendidik/ to educate, media komunikasi yang berteknologi tinggi dapat mendidik khalayak.
3. Menghibur/ to entertain, media komunikasi berteknologi tinggi tentunya lebih menyenangkan (bagi yang familiar) dan dapat memberikan hiburan tersendiri bagi khalayak. Bahkan jika komunikasi itu bersifat hi-tech maka nilai jualnya pun akan semakin tinggi. Misalnya, presentasi seorang marketing akan lebih mempunyai nilai jual yang tinggi jika menggunakan media komunikasi hi-tech daripada presentasi yang hanya sekedar menggunakan metode konvensional.
4. Kontrol sosial; media komunikasi yang berteknologi tinggi akan lebih mempunyai fungsi pengawasan terhadap kebijakan sosial. Seperti misalnya, informasi yang disampaikan melalui TV dan internet akan lebih mempunyai kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah sehingga pemerintah menjadi cepat tanggap terhadap dampak kebijakan tersebut. Masih ingat kasus facebookers pendukung Bibit & Chandra?
5. Untuk mengajak atau to persuate, media berfungsi untuk mengajak dan mempengaruhi khalayak agar bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkan pemberi informasi. Misalnya, bagaimana mencegah terinfeksi virus Flu Burung dengan mencuci tanga dengan sabun setelah memegang unggas peliharaan.
Mencermati isi media yang berkembang di Indonesia, misalnya media cetak, informasi yang disampaikan seharusnya memberikan informasi yang tidak membuat khalayak pembaca gelisah. Seperti pemberitaan tentang perampokan, pemerkosaan digambarkan secara detail prosesnya dan seolah-olah mengajarkan pembaca bagaimana cara untuk merampok. Efek media yang paling berpengaruh terhadap masyarakat adalah teori peluru, dimana media ‘menembakan’ informasi pada khalayak dan khalayak terkena peluru tersebut dengan menerima begitu saja ‘tembakan’ informasi yang diberikan media.
Saya sebagai seorang warga negara, sebagai masyarakat, sebagai guru, sebagai orang tua sangat merindukan hadirnya media cetak, media televisi, media online, media audio yang mengutamakan norma dan nilai sebagai bangsa Timur yang menjunjung tinggi nilai kesopanan, mengedepankan akhlak yang tinggi dan luhur. Media yang menjadi panutan, contoh untuk generasi muda yang akan member arahan bagaimana seharusnya generasi muda menjadi generasi yang tangguh dan siap menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa di masa mendatang. Media yang membuat masyarakat tenang dan aman saat membaca informasi, media yang menginformasikan peluang peningkatan pemberdayaan masyarakat yang berbasis komunitas masyarakat dan berpihak pada rakyat.
Semoga……………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar