“Dalam era demokrasi dan keterbukaan media, pers Indonesia menduduki peringkat paling tinggi di Asia. Bahkan, di negara maju, seperti Amerika dan Australia dalam pemberitaan di media masih ada batas-batas tertentu. Dengan kebebasan pers, media, baik cetak maupun elektronik bisa menjaga nilai-nilai demokratis” Kalimat
di atas adalah kutipan Menkominfo Tifatul Sembiring di Nusa Dua, Bali,
hari Rabu tanggal 11 April 2012, seusai menghadiri acara Pembukaan
‘Publish Asia 2012’ yang digelar World Association of Newspaper and News
Publishers (WANIFRA).
Sejak memasuki era reformasi, pers Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Saat ini pers Indonesia dinilai sebagai pers yang paling terbuka di Asia. Bisnis
media di Indonesia membuka banyak peluang kerja bagi banyak pencari
kerja. Media yang menjamur di Indonesia khususnya media cetak,
memberikan pilihan kepada masyarakat untuk memilih media yag sesuai
dengan kebutuhan informasi dan sesuai dengan kemudahan mendapatkan
media. Hal ini membuat media cetak saling bersaing untuk
menarik minat khalayak untuk menjadikan medianya sebagai media cetak
rujukan atau referensi. Berbagai media cetak banyak yang memfokuskan
memberitakan informasi khusus seperti majalah anak, majalah perempuan,
majalah politik, majalah pertanian, majalah remaja, majalah laki-laki
agar lebih memudahkan mencari khalayak yang sudah tersegmentasi dengan
informasi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan kepentingan.
Fungsi media komunikasi yang berteknologi tinggi ialah sebagai berikut (Burgon & Huffner, 2002) :
1. Untuk
penyebaran informasi/to information; dengan adanya media komunikasi
terlebih yang hi-tech akan lebih membuat penyebaran informasi menjadi
efisien. Efisiensi yang dimaksudkan di sini ialah penghematan dalam
biaya, tenaga, pemikiran dan waktu. Misalnya, kita memberikan ucapan
selamat hari raya Idul Fitri atau Natal cukup melalui SMS, MMS, e-mail,
mailist dan media canggih lainnya. Hal ini lebih disukai karena nilai
praktisnya jika dibandingkan dengan mengirimkan kartu lebaran atau kartu
Natal dengan waktu yang lebih lama.
2. Untuk Mendidik/ to educate, media komunikasi yang berteknologi tinggi dapat mendidik khalayak.
3. Menghibur/
to entertain, media komunikasi berteknologi tinggi tentunya lebih
menyenangkan (bagi yang familiar) dan dapat memberikan hiburan
tersendiri bagi khalayak. Bahkan jika komunikasi itu bersifat hi-tech
maka nilai jualnya pun akan semakin tinggi. Misalnya, presentasi seorang
marketing akan lebih mempunyai nilai jual yang tinggi jika menggunakan
media komunikasi hi-tech daripada presentasi yang hanya sekedar
menggunakan metode konvensional.
4. Kontrol sosial;
media komunikasi yang berteknologi tinggi akan lebih mempunyai fungsi
pengawasan terhadap kebijakan sosial. Seperti misalnya, informasi yang
disampaikan melalui TV dan internet akan lebih mempunyai kontrol sosial
terhadap kebijakan pemerintah sehingga pemerintah menjadi cepat tanggap
terhadap dampak kebijakan tersebut. Masih ingat kasus facebookers
pendukung Bibit & Chandra?
5. Untuk
mengajak atau to persuate, media berfungsi untuk mengajak dan
mempengaruhi khalayak agar bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkan
pemberi informasi. Misalnya, bagaimana mencegah terinfeksi virus Flu Burung dengan mencuci tanga dengan sabun setelah memegang unggas peliharaan.
Mencermati
isi media yang berkembang di Indonesia, misalnya media cetak, informasi
yang disampaikan seharusnya memberikan informasi yang tidak membuat
khalayak pembaca gelisah. Seperti pemberitaan tentang
perampokan, pemerkosaan digambarkan secara detail prosesnya dan
seolah-olah mengajarkan pembaca bagaimana cara untuk merampok. Efek
media yang paling berpengaruh terhadap masyarakat adalah teori peluru,
dimana media ‘menembakan’ informasi pada khalayak dan khalayak terkena
peluru tersebut dengan menerima begitu saja ‘tembakan’ informasi yang
diberikan media.
Saya
sebagai seorang warga negara, sebagai masyarakat, sebagai guru, sebagai
orang tua sangat merindukan hadirnya media cetak, media televisi, media
online, media audio yang mengutamakan norma dan nilai sebagai bangsa
Timur yang menjunjung tinggi nilai kesopanan, mengedepankan akhlak yang
tinggi dan luhur. Media yang menjadi panutan, contoh untuk
generasi muda yang akan member arahan bagaimana seharusnya generasi muda
menjadi generasi yang tangguh dan siap menerima tongkat estafet
kepemimpinan bangsa di masa mendatang. Media yang membuat
masyarakat tenang dan aman saat membaca informasi, media yang
menginformasikan peluang peningkatan pemberdayaan masyarakat yang
berbasis komunitas masyarakat dan berpihak pada rakyat.
Semoga……………
Tidak ada komentar:
Posting Komentar