“Banyak
konten siaran TV dan radio yang tidak memberikan rasa keadilan bagi
semua dan tidak layak ditonton anak-anak karena mengandung unsur
kekerasan, seksualitas, dan bertentangan dengan norma sosial dan agama,”
kata Wakil Ketua Fraksi PKS, Almuzammil Yusuf, kepada Republika, Jumat
(13/4). Saya sangat setuju sekali dengan pernyataan di atas. Pagi
hari saat mempersiapkan perbekalan anak-anak sekolah, bila diamati
tayangan televisi mereka sudah menyuguhkan siaran yang tidak layak untuk
dikonsumsi oleh anak. Walaupun sedang ditayangkan film
kartun anak tetapi banyak adegan kekerasan yang ditampilkan belum lagi
sisipan iklan lagu dangdut dan iklan konsumtif yang sasarannya adalah
anak-anak.
Saya
sangat bersyukur saat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang
mengeluarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran
(P3SPS) 2012 yang mengikat bagi semua industri penyiaran. Kebijakan
tersebut bertujuan untuk memberikan jaminan perlindungan bagi masyarakat
dan mengatur persaingan industri penyiaran yang sehat. Masyarakat
diharapkan menjadi penonton yang cerdas dan berperan aktif menyampaikan
pengaduan isi siaran TV dan radio yang tidak mendidik kepada KPI.
Masyarakat bisa mengadukan penyimpangan isi penyiaran ke Call Center KPI
021 6340 626 atau SMS ke 0812 130 70000. Industri penyiaran harus
mentaati dan menghormati P3SPS yang secara resmi dikeluarkan KPI yang
mengikat untuk semua industri penyiaran. Bila industri penyiaran punya
kritik dan masukan bisa disampaikan dan didialogkan kepada KPI sebagai
bahan pertimbangan.
Semoga
dengan keluarnya P3SPS ini menjadikan sebuah ‘cambukan’ bagi industri
penyiaran agar menayangkan siaran yang mengedepankan nilai, moral luhur
orang Indonesia. Industri penyiaran memproduksi siaran yang
tidak hanya mengedepankan keuntungan ekonomi semata tetapi memikirkan
juga masa depan anak-anak dimasa mendatang. Anak-anak perlu
mendapatkan tayangan yang berisi panduan menghormati orang tua, guru,
sesama, tayangan yang memberi contoh untuk tidak mencintai dunia secara
berlebihan sehingga sejak dini sudah diajarkan untuk hidup sederhana dan
tidak berlebihan.
Sudah beberapa bulan tayangan televisi di rumah saya memakai televisi langganan. Hal ini saya lakukan agar meminimalisir kerugian akibat tontonan yang dilihat anak saat saya dan suami tidak ada dirumah. Luar biasa sekali tayangan televisi anak luar negeri bila dibandingkan dengan tayangan anak dalam negeri. Tayangan
untuk anak di saluran anak sangat mendidik anak untuk berbagi,
mengasihi, belajar untuk mandiri dan hal-hal mendasar lain yang
diperlukan anak dalam tumbuh kembangnya.
Semoga bisa lahir tayangan yang peduli pada anak-anak, generasi penerus bangsa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar