Sabtu, 21 April 2012

Industri Penyiaran Sayangi Anak Yuuuk


“Banyak konten siaran TV dan radio yang tidak memberikan rasa keadilan bagi semua dan tidak layak ditonton anak-anak karena mengandung unsur kekerasan, seksualitas, dan bertentangan dengan norma sosial dan agama,” kata Wakil Ketua Fraksi PKS, Almuzammil Yusuf, kepada Republika, Jumat (13/4). Saya sangat setuju sekali dengan pernyataan di atas. Pagi hari saat mempersiapkan perbekalan anak-anak sekolah, bila diamati tayangan televisi mereka sudah menyuguhkan siaran yang tidak layak untuk dikonsumsi oleh anak. Walaupun sedang ditayangkan film kartun anak tetapi banyak adegan kekerasan yang ditampilkan belum lagi sisipan iklan lagu dangdut dan iklan konsumtif yang sasarannya adalah anak-anak.
Saya sangat bersyukur saat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang mengeluarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) 2012 yang mengikat bagi semua industri penyiaran. Kebijakan tersebut bertujuan untuk memberikan jaminan perlindungan bagi masyarakat dan mengatur persaingan industri penyiaran yang sehat. Masyarakat diharapkan menjadi penonton yang cerdas dan berperan aktif menyampaikan pengaduan isi siaran TV dan radio yang tidak mendidik kepada KPI. Masyarakat bisa mengadukan penyimpangan isi penyiaran ke Call Center KPI 021 6340 626 atau SMS ke 0812 130 70000. Industri penyiaran harus mentaati dan menghormati P3SPS yang secara resmi dikeluarkan KPI yang mengikat untuk semua industri penyiaran. Bila industri penyiaran punya kritik dan masukan bisa disampaikan dan didialogkan kepada KPI sebagai bahan pertimbangan.
Semoga dengan keluarnya P3SPS ini menjadikan sebuah ‘cambukan’ bagi industri penyiaran agar menayangkan siaran yang mengedepankan nilai, moral luhur orang Indonesia. Industri penyiaran memproduksi siaran yang tidak hanya mengedepankan keuntungan ekonomi semata tetapi memikirkan juga masa depan anak-anak dimasa mendatang. Anak-anak perlu mendapatkan tayangan yang berisi panduan menghormati orang tua, guru, sesama, tayangan yang memberi contoh untuk tidak mencintai dunia secara berlebihan sehingga sejak dini sudah diajarkan untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan.
Sudah beberapa bulan tayangan televisi di rumah saya memakai televisi langganan. Hal ini saya lakukan agar meminimalisir kerugian akibat tontonan yang dilihat anak saat saya dan suami tidak ada dirumah. Luar biasa sekali tayangan televisi anak luar negeri bila dibandingkan dengan tayangan anak dalam negeri. Tayangan untuk anak di saluran anak sangat mendidik anak untuk berbagi, mengasihi, belajar untuk mandiri dan hal-hal mendasar lain yang diperlukan anak dalam tumbuh kembangnya.
Semoga bisa lahir tayangan yang peduli pada anak-anak, generasi penerus bangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar